Suspek PMK di Dompu, Peternak Intens Koordinasi dengan Petugas Lakukan Pengobatan

Dompu (Suara NTB) – Kasus suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Dompu relatif tidak banyak berkembang dan tingkat keparahan serius dibandingkan wilayah lain. Kondisi ini kemungkinan karena sapi ras Bali yang mendominasi sapi di Dompu yang dikenal lebih kebal terhadap penyakit. Para peternak juga cukup intens berkoordinasi dengan petugas ketika ada ternak yang suspek PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir. Zainal Arifin, M.Si kepada Suara NTB, Rabu, 7 September 2022. menyampaikan rasa syukurnya hingga saat ini tidak banyak berkembang kasus PMK di wilayah Dompu. Jumlah ternak suspek PMK hingga saat ini sebanyak 146 ekor dan yang sembuh 76 ekor. “Jumlah yang sakit ini, kondisinya sekarang sudah membaik, tapi belum bisa dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Rata – rata kasus di Dompu karena mengeluarkan air liur berlebih. Untuk luka mulut belum ditemukan dan yang luka kuku, jumlahnya beberapa saja. Ternak yang keluar air liur berlebih oleh peternak diberi larutan dan paracetamol, sehingga kondisinya membaik. Begitu juga dengan yang mengalami luka pada kuku, diberi semprot baygon untuk menghindari lalat pada luka.

Sapi jenis eksotik yang banyak terserang suspek PMK di Dompu. Jenis ras bali juga ada, tapi tidak banyak dan parah. “Sapi (ras) Bali lebih kuat fisiknya. Kemungkinan didukung cuaca sehingga virusnya tidak banyak perkembang,” katanya.

Ir Zainal juga mengaku, sudah mendapat pasokan obat dari Provinsi untuk menangani ternak yang suspek PMK. Obat – obat itu kini dimanfaatkan timnya untuk mengobati sapi yang dan kerbau yang terjangkit penyakit. “Kita berharap ini tidak terus berkembang. Tentu dengan mengintenskan vaksin yang ada,” katanya.

Terkait mobilitas ternak yang masih terjadi, Zainal mengakui masih terjadi mobilitas ternak. Tapi dipastikannya, ternak – ternak tersebut mobilitasnya antar wilayah dalam daerah. Untuk mobilitas ternak antar daerah, sejauh ini sudah tidak ada, khususnya dari wilayah Sumbawa. “Yang Bima ini masih butuh pengawasan ekstra. Karena banyak aksesnya,” kata Zainal. (ula)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...