Eks Kadinsos Sebut Oknum APH Minta Dana Rp50 Juta untuk Barter Kasus Korupsi Bansos

Bima (Suara NTB) – Eks Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin, MM, menyebut ada oknum jaksa yang mendatangi dan meminta uang Rp50 juta terkait kasus dugaan korupsi  Bansos kebakaran.

“Ada oknum Jaksa pernah mendatangi dan meminta uang Rp50 juta lebih, sebagai kompensasi agar kasus ini tidak diteruskan,” katanya.

Ia mengaku, permintaan oknum jaksa terhadap dua stafnya itu terjadi sebelum penetapan tersangka. Saat itu, ia menyampaikan tidak perlu memberikan jika merasa tidak bersalah. “Siapa oknum Jaksa itu, nanti dibuka semuanya. Ada buktinya,” katanya.

Disamping itu, Ia menegaskan tidak tinggal diam dan akan melawan karena merasa tidak melakukan pemotongan ataupun menerima uang sepersen pun terkait bantuan itu. Namun Ia tidak ingin berkoar-koar.

“Menyangkut harga diri dan martabat. Saya akan melawan, tunggu saja. Saya juga tidak berurusan dengan uang bantuan karena langsung dicairkan ke rekening penerima manfaat,” ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima melalui Kasi Intel, Andi Sudirman, SH, MH, mengaku pihaknya tidak ingin terlalu meresponsnya. Namun hal itu akan dijadikan motivasi bagi pihaknya untuk menegakkan supremasi hukum.

“Terkait disebut ada oknum Jaksa yang meminta uang Rp50 juta akan memotivasi kami untuk konsisten menegakkan supremasi hukum,” ujarnya.

Andi Sudirman menilai penyebutan oknum jaksa tersebut skala umum. Tidak menutup kemungkinan di daerah lain. Apalagi yang menyebutkan itu adalah seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Disebut skala umum, mungkin saja oknum jaksa di daerah lain. Tapi yang jelas kita akan buktikan setelah tersangka ini ditahan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Ia mendorong tersangka agar berani mengungkapkan ke publik siapa oknum jaksa yang meminta uang Rp50 juta kepada dirinya itu sehingga tidak terkesan menjadi opini liar yang tidak bisa dibuktikan. “Jangan sampai penyebutan ini hanya untuk menutupi kasus atau perkara yang dijalani tersangka saat ini,” ujarnya.

Seperti diketahui Kejari Bima menetapkan tiga tersangka kasus korupsi bansos bagi korban kebakaran di Kabupaten Bima. Ketiganya eks Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kabupaten Bima, Pendamping sosial inisial SK dan Eks Kadinsos, Sirajuddin.

Selain itu, juga disita barang bukti (BB) berupa uang mencapai ratusan juta rupiah yang diduga dari hasil pemotongan dana bansos. Dalam perkara itu, modus para tersangka adalah menarik atau mengumpulkan kembali uang kepada masing-masing KK (penerima manfaat). Angkanya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan per KK dikali total penerima manfaat sebanyak 228 KK.

Saat pencairan di Bank, pendamping sosial inisial SK memotong bantuan yang diterima. Pemotongan dana bansos yang diperoleh dari bantuan Kemensos RI untuk 35 desa di Kabupaten Bima itu bervariasi, tergantung dari besaran bantuan yang diterima. Besaran pemotongan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta.

Dalam Catatan Suara NTB, ada beberapa desa yang menerima bantuan itu di antaranya, 37 KK di Desa Renda dan 10 KK di Desa Ngali Kecamatan Belo, 14 KK di Desa Naru Kecamatan Woha dan 30 KK di Desa Karampi Kecamatan Langgudu.

Bantuan yang diterima korban kebakaran ini, dikategorikan berdasarkan tingkat kerusakan. Rusak berat, mendapatkan bantuan sebesar Rp28 juta per KK, rusak sedang Rp13 juta dan rusak ringan sebesar Rp8 juta per KK. (uki)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...