Lepas 204 CPMI, Pimpinan Komite III DPD RI Kritisi Perizinan Berbelit dan Penerbangan Langsung

Mataram (Suara NTB) – Perjuangan Komite III DPD RI berbuah manis sejalan dengan program pemerintah daerah untuk menekan praktik percaloan atau modus perdagangan orang melalui perekrutan buruh migran ke luar negeri yang legal. Setelah sempat dihentikan sementara, pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia kini dibuka kembali. Tercatat pengiriman PMI telah mencapai lebih dari seribu orang, berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB.

Secara bertahap para PMI asal NTB dengan tujuan Malaysia dilepas pemberangkatannya, seperti yang dilakukan PT. Kijang Lombok Raya di Asrama Haji Kota Mataram pada Senin, 29 Agustus 2022. Pelepasan ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan PT. Kijang Lombok Raya dengan disaksikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dan sejumlah jajaran pemangku kebijakan atau perangkat daerah.

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Evi Apita Maya, SH, M.Kn dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PT. Kijang Lombok Raya. Hal ini sebagai bukti bahwa implementasi sistem satu saluran (one channel system) sudah berjalan dengan baik. Begitupun dengan komitmen perekrutan yang dilakukan tanpa dipungut biaya alias gratis bagi PMI ke Malaysia yang dilakukan PT. Kijang Lombok Raya. Dimana perusahaan itu membuatkan langsung rekening tabungan yang telah berisi saldo sesuai dengan biaya yang dikeluarkan CPMI untuk pengurusan medical dan pembuatan passport.

“PT. Kijang Lombok Raya telah membuktikan bahwa menjadi PMI ke Malaysia itu gratis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Jadi tidak ada lagi tekong – tekong yang memungut biaya, meminta uang kepada calon pekerja untuk biaya bekerja. Ini terus kami sosialisasikan, kami terjun langsung ke pelosok desa agar aparatur desa juga mengawasi adanya praktik percaloan ini,” tegasnya.

Meski demikian, Senator dapil NTB ini melihat proses perizinan menjadi PMI yang masih berbelit sehingga menghambat produktivitas lembaga penyalur untuk memenuhi kebutuhan pekerja dari perusahaan pengguna. Kondisi ini juga menjadi celah bagi oknum tekong untuk meraup keuntungan dari aksi perdagangan orang jalur ilegal.

“Saya melihat bahwa yang bekerja melalui ilegal ini disekap, di berangkatkan menggunakan kapal kecil kemudian dipaksa turun ditengah laut. Nasib pekerjaan mereka juga belum jelas, luntang lantung dengan penghasilan yang tidak pasti dan bahkan harus menerima fakta bahwa ada diantara mereka yang dikubur ditengah hutan karena tidak selamat. Jadi saya harapkan kepada pemerintah agar proses perizinan ini jangan dibuat sulit,” ujar Evi Apita Maya.

Selain masalah teknis perekrutan, Evi juga mengkritisi jadwal penerbangan langsung menuju negara penempatan kerja masih minim dan terbatas. Tentunya ha ini menjadi salah satu penghambat bagi para calon pekerja migran untuk dapat cepat bekerja sebagai di negara penempatan.

“Tenaga kerja selalu bertanya kapan berangkat, sementara semua proses telah dilalui dengan baik. Ya ini karena jadwal penerbangan juga,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan pihaknya tetap menekankan prosedur yang sah dalam proses pemberangkatan PMI ini. Waktu yang dibutuhkan untuk memproses semua syarat yang diperlukan sekitar dua bulan sebelum calon PMI diberangkatkan ke negara penempatan.

 “Kalau di kami sepanjang memenuhi syarat, tentu langsung saya tanda tangani. Tidak ada istilah menahan-nahan. Kalau memenuhi syarat kenapa kita persulit,” tegasnya.

Sejak dibuka kembali penerimaan PMI tujuan Malaysia, PT. Kijang Lombok Raya telah memberangkatkan lebih dari 500 orang CPMI yang dilakukan secara bertahap dan gratis. Secara umum, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB bahwa negara Malaysia masih mendominasi tujuan kerja PMI selain Negara Jepang, Taiwan dan Hongkong.(ris) 



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...