Capaian Pembangunan Smelter Sudah 35,53 Persen

Taliwang (Suara NTB) – Pembangunan pabrik smelter di kecamatan Maluk terus menunjukkan progres. Terbaru, pabrik ekstrasi milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMIN), salah satu aliansi perusahaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) itu, disebutkan pengerjaannya kini telah mencapai 35,53 persen.

Keterangan mengenai capaian progres smelter itu didapatkan saat wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berkesempatan berkunjung ke lokasi langsung pada,  Rabu lalu. Head of Corporate  Communications PT AMMAN, Kartika Octaviana yang mendapingi para wartawan menjelaskan, capaian pembangunan smelter itu berdasarkan hasil verifikasi 6 bulanan yang dilaksanakan pemerintah pusat. “Capaian itu sampai Januari 2002. Tentu sekarang ada perkembangan karena selama ini verifikasi 6 bulanan selalu mencapai target,” jelasnya.

Dari pantauan media ini,  konstruksi paling mencolok yang terlihat dapat dikatakan selesai di lapangan adalah kamp pekerja. Kartika mengatakan,  khusus untuk kamp itu sesuai jadwal akan diselesaikan pada bulan Oktober mendatang dan bisa menampung hingga 3 ribu orang pekerja. “Sudah dilakukan inspeksi kelaikan untuk beberapa kesiapan teknis kamp itu. Sehingga nanti siap digunakan pada waktunya,” katanya.

Meski pengerjaannya bangunan utama smelter belum diresmikian. Selain kamp, fasilitas pendukung lainnya telah dikerjakan, seperti misalnya akses jalan di lokasi utama pabrik smelter hingga pemasangan tiang pancang pabrik. “Kontraktor terkait bahkan  sudah mulai memasuki lokasi konstuksi dan telah memulai pembangunan jalan,” papar Kartika.

Vina sapaan akrabnya selanjutnya menuturkan, selama pengerjaan pabrik smelter ini berbagai hambatan dihadapi perusahaan. Dampak pandemi COVID-19 selama lebih dari dua tahun terakhir hingga ketegangan Rusia – Ukraina baru-baru ini telah memengaruhi rantai distribusi bahan dan perangkat pendukung konstruksi smelter yang nota bene banyak didatangkan dari luar negeri. “Smelter ini kan pakai teknologi terkini yang perangkatnya banyak didatangkan dari luar negeri. Nah proses pengirimannya itu terkendala karena pandemi maupun perang Rusia – Ukraina,” cetusnya.

Meski demikian,  lanjut dia,  dihadapkan pada berbagai tantangan itu proses pembangunan smelter tetap berjalan dan terbukti kegiatan pemesanan dan pembelian untuk seluruh peralatan dengan fungsi kritikal namun memiliki waktu pengiriman sangat lama tetap diupayakan.

Terakhir Vina menyebutkan, manajemen pada dasarnya sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar realisasi pembangunan smelter berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Baik itu dukungan pemerintah pusat maupun daerah terutama dalam hal jaminan kepastian perizinan serta upaya sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan pabrik pemurnian bahan tambang mineral tersebut. “Tentu kami memerlukan terciptanya situasi yang aman serta kondusif, sehingga proyek ini dapat berjalan dengan lancar sekaligus membawa multiplier effect bagi Indonesia, khususnya dalam hal peningkatan ekonomi bagi masyarakat KSB. Dan kami pun berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang berlaku baik di level pusat dan daerah,” janjinya.(bug)





Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

0
Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan politik Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang keluar dari Partai Nasdem. PKS...

Latest Posts

Tanpa Nasdem, PKS Tetap Lanjutkan Duet Zul-Rohmi Jilid II

Mataram (suarantb.com)-PKS NTB sama sekali tidak terpengaruh dengan keputusan...

Presiden Jokowi Sebut Mandalika Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Luar Jawa

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam...

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, NTB Perkuat Bela Beli Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan,...