Bupati KSB Terima Penghargaan dari Kementan RI

MOMENTUM peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-77, Rabu, 17 Agustus 2022 kemarin, menjadi spesial bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sebab pada hari itu, Bupati KSB, H. W. Musyafirin menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo kepada Bupati di Kantor Kementan, Jakarta sesaat sebelum peringatan Detik-detik Proklamasi RI ke-77. Bupati menerima penghargaan dari Mentan RI untuk kategori Pemerintah Daerah Kabupaten Unggulan Kementerian Pertanian. Di mana KSB pada kategori ini menjadi daerah satu-satunya yang  terpilih memenuhi kriteria Kementan.

Bupati H. W. Musyafirin dan Sekda KSB, Amar Nurmansyah menunjukkan piagam penghagaan dari Kementan RI. (Ist/dok prokopim ksb)

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementan RI, melalui Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Husnain selaku pihak yang mengusulkan penghargaan ini menyampaikan. Bahwa penghargaan itu adalah bentuk apresiasi atas dukungan luar biasa Bupati Sumbawa Barat beserta seluruh jajarannya dalam mendukung program-program inovasi dari Kementan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dinilai telah bekerja keras dalam mendorong, berinovasi dan berakselerasi dalam pembangunan pertanian di daerahnya. ‘’Bupati Sumbawa Barat juga telah menunjukkan kinerja dan prestasi yang sangat baik dalam mendukung dan memajukan sektor pertanian dari waktu ke waktu,’’ katanya lewat rilis resminya.

Lebih lanjut Husnain mengatakan bahwa tidak semua kepala daerah dapat memberikan respons dan dukungan yang optimal terhadap program-program inovasi dari Kementan. Namun oleh Pemerintah Sumbawa Barat dapat menterjemahkan dan mengaplikasikannya dalam berbagai kegiatan. Di mana salah satu terobosannya yakni penerapan teknologi adaptif berbasis agro sistem di iklim kering lahan kering.

Teknologi ini oleh Kementan dianggap merupakan inovasi dan penerapan teknologi yang tepat. Sebab dengan cara itu, lahan kering yang ada di Sumbawa Barat bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian.

Pada praktiknya, teknologi ini berupa pemanfaatan sumberdaya air tanah dalam (sumur dalam) untuk peningkatan produksi jagung melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Pemerintah Sumbawa Barat sendiri melaksanakan kegiatan itu di Kecamatan Poto Tano terhadap tanaman jagung. Dengan teknologi itu, lahan-lahan kering yang biasa digunakan menanam jagung oleh petani hanya sekali setahun menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun. Atau mengkombinasikan tanaman sayuran pada kegiatan tanam terakhirnya.

Dari penerapan inovasi teknologi itu, lanjut Hunasin manfaat lain yang diperoleh petani sangat nyata. Di sisi produksi terjadi peningkatan dari sebelumya secara rata-rata 6,3 ton/hektar menjadi rata-rata 7,5 ton/hektar sekali kegiatan panen. ‘’Selain itu risiko kegagalan panen akibat kekeringan bisa ditekan. Dan peningkatan IP sendiri akan meningkatkan produksi jagung/tahun, dan akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,’’ sambung Husnain.

Selanjutnya ia menambahkan, kegiatan inovasi teknologi pertanian yang berlangsung di Sumbawa Barat itu merupakan kerja sama daerah dengan Balitbangtan Kementan RI. Adapun inovasi lain yang sedang dikembangkan lewat kerja sama tersebut adalah penerapan IP 400 untuk tanaman padi. Teknologi ini merupakan teknologi unggulan kementerian, berupa penanaman padi sebanyak 4 kali dalam satu tahun. ‘’Dampaknya akan meningkatkan luas tanam dan produki gabah petani 25 sampai dengan 50 persen/tahun,’’ sebut Husnain.

Dukungan dan inovasi yang diterapkan di Sumbawa Barat itu dalam rangka mendukung kemandirian dan menjaga pangan nasional. Dan setali tiga uang, program Kementan tersebut senada dengan salah satu misi Pemerintah Sumbawa Barat yang dituangkan dalam RPJMD tahun 2021-2026 yaitu ‘KSB Baik dalam Kemandirian Pangan’.

Sementara itu Bupati KSB, H. W. Musyafirin mengatakan, penghargaan dari Kementan RI itu merupakan hasil kerja seluruh elemen masyarakat Sumbawa Barat. Karenanya ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya program yang bertujuan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah itu. ‘’Dan secara khusus kepada Pak Menteri bahwa jerih payah kami diganjar penghargaan yang akan menjadi motivasi kami untuk terus membenahi sektor pertanian di daerah kami,’’ katanya.

Bupati menambahkan, sebagai daerah yang masyarakatnya mengandalkan sektor pertanian, Sumbawa Barat akan terus melalukan berbagai inovasi. Sebab itu daya dukung dari Kementan diharapkan dapat terus dianjutkan pada program-program kementerian berikutnya. ‘’Kalau ada program lain Kementan dan sekiranya kami memenuhi kriteria untuk melaksanakannya, kami sangat siap menyukseskannya,’’ pungkasnya.(*)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Turki, Dubes Lalu Iqbal: Tidak Ada Korban...

0
Mataram (Suara NTB) - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Turki. Sejauh ini belum ada laporan WNI yang meninggal dunia akibat gempa ini.Duta Besar RI...

Latest Posts

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Turki, Dubes Lalu Iqbal: Tidak Ada Korban WNI

Mataram (Suara NTB) - Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda...

2022, Bank NTB Syariah Bukukan Laba Rp177 Miliar

KINERJA Bank NTB Syariah terus meningkat sejak konversi dari...

Koperasi BGL Berhasil Uji Coba Beras Porang

KOPERASI Porang Berkah Gumi Lombok (BGL) Kabupaten Lombok Utara,...