Tahun Depan, Pengelolaan Sampah di TPST Capai 120 Ton Per Hari

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) sedang membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Kebon Kongok, Lombok Barat. TPST ini memiliki kapasitas pengelolaan sekitar 120 ton sampah perhari, sehingga sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menjadi barang dapat dimanfaatkan kembali, baik untuk energi, kompos dan lainnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan PengendalianPencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Firmansyah S. Hut., M.Si mengatakan TPST RDF ini direncanakan akan selesai bulan Maret 2023 mendatang.

“Sampah yang masuk sekitar 120 ton per hari. Itu direncanakan sekitar 15 – 45 ton jadi pelet (bahan bakar -red). Sekarang sedang dalam proses pembangunan dengan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kita hanya terima manfaatnya saja,” kata Firmansyah, Senin, 15 Agustus 2022.

Di mesin hanggar TPST di dalamnya ada proses pemilahan sampah, mana sampah yang organik, anorganik dan residu. Setelah melalui proses pemilahan, selanjutnya sampah akan diarahkan ke beberapa jenis pengolahan. Ada sampah yang akan menjadi pelet RDF, ada pula sampah yang menjadi kompos dan lainnya.

“Ada juga pengelolaan lindinya. Ada juga daur ulang dan sisanya dibawa ke landfill, makanya namanya landfill residu. Ini target beroperasinya Maret 2023 mendatang,” ujarnya.

Saat ini proses pengolahan sampah di TPAR Kebon Kongok menjadi pelet RDF masih dilakukan secara manual. Hasil pengelolaannya pun terbilang belum begitu besar yaitu 100 sampai 200 Kg per hari. Pelet RDF yang dihasilkan selanjutnya dibawa ke PLTU Jeranjang untuk dijadikan bahan bakar bersamaan dengan batubara melalui proses co-firing.

Ia mengatakan, Pemprov NTB bersama dengan PLN memiliki MoU dan Perjanjian Kerjasama untuk pelaksanaan penelitian dan pengembangan (Litbang). Selain Litbang,Pemprov NTB juga memiliki kerjasama dalam hal komersialisasi untuk memastikan bahwa produk pelet tersebut dibeli oleh PLTU Jeranjang sebagai pengguna.

“Yang akan beli nanti adalah PLN, dalam hal ini PLTU Jeranjang. Jadi kita mengejar 3 sampai 5 persen kebutuhan harian batubara itu melalui proses co-firing,” ujarnya.

DLHK Provinsi NTB tetap mendorong agar masyarakat mau terlibat dalam ikhtiar gerakan tata kelola sampah ini dengan cara mendukung gerakan pilah dan olah sampah dari rumah. Bagi masyarakat yang terlibat dalam TP-PKK, pengelolaan sampah ini dilakukan melalui gerakan bersih-bersih rumah kita.

“Selanjutnya untuk pengelola event, pastikan dari awal sudah diproyeksi dan dianalisis risikonya, baik terkait pengelolaan kebencanaan maupun pengelolaan sampahnya. Dan pastikan bisa bekerjasama dengan Dinas LH Kabupaten/Kota setempat, sehingga sampah yang dihasilkan bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Sebagaimana yang dilansir dari https://pu.go.id, pengembangan TPA Kebun Kongok menjadi TPST ini merupakan bagian dari sistem sanitasi perkotaan dan kawasan pariwisata di Lombok khususnya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)/Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kunjungan wisatawan, dan produksi sampah rumah tangga dari masyarakat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek, yakni struktural dengan membangun infrastruktur persampahan dan non struktural seperti mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. “Dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan terutama dalam penyediaan lahan,” kata Menteri Basuki.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil melalui pencacahan sampah atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran re-cofing batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. (ris)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...