Mengaku Hamil Jadi Alasan Rani Dibunuh

Mataram (Suara NTB) – Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, S. IK,. MH menjelaskan motif Sulyadi  (41) menghabisi nyawa Heirani alias Rani (29) karena korban mengaku hamil dua minggu dan minta untuk dinikahi. Pelaku kaget karena khawatir istrinya tahu apa yang dilakukan selama bekerja sebagai Mandor sehingga melakukan pemukulan terhadap korban.

“Pelaku kaget karena korban hamil dan diminta bertanggung jawab sehingga melakukan pemukulan terhadap korban,” ujarnya didampingi Wakapolresta AKBP Syarif Hidayat, dan Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa, kepada wartawan, Jumat, 12 Agustus 2022. Sebelum menghabisi nyawa korban, keduanya sempat melakukan hubungan badan.

Pelaku yang bingung dan panik karena diminta untuk dinikahi apalagi sudah mempunyai istri. Sehingga munculnya cekcok hebat terjadi antar keduanya. Pada saat cek-cok, korban menggigit salah satu jari kanan tersangka dengan kuat. Tersangka berusaha melepaskan gigitan dijarinya tetapi tidak bisa akhirnya korban melayangkan pukulan ke arah mulut korban menggunakan tangan kiri.

Pukulan tersebut mengakibatkan gigi korban patah satu dan lebam di bagian muka. “Korban menggigit jari tersangka, karena sakit akhirnya pelaku memukul pipi korban hingga giginya Patah,” sebutnya. Tidak berhenti d isitu, tersangka menggeret korban ke kamar mandi lalu mengikat dengan dua kain di mulut dan leher. Di kamar mandi, tersangka juga menghantam kepala korban ke dinding.

Suara hantaman tersebut juga sempat didengar oleh tetangga tetapi tidak digubris. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, HP IPhone yang baru dibeli diambil dan dititip di temannya. Pelaku kemudian meninggalkan NTB menuju Bali menggunakan truk dan melanjutkan ke Ngawi sebelum ditangkap tim Puma Polresta Mataram. “Untuk menghilangkan barang bukti, HP dibawa dan rumah dikunci dari dalam supaya terkesan meninggal bunuh diri,” tukasnya. (ils)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...