Dirut PT. GNE Bantah Ikut “Bermain” di Proyek DAK Dikbud NTB

Mataram (Suara NTB) – Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi membantah ikut ‘’bermain’’ dalam proyek sekolah yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB.

Samsul Hadi mengklarifikasi hal ini, menyusul disebutnya ia ikut menjadi bagian dari proyek DAK Dikbud NTB. Dalam hal ini, namanya disebut-sebut ambil bagian memasok material untuk kebutuhan pembangunan sekolah-sekolah yang mendapatkan DAK dari Dikbud NTB.

“Itu juga yang membuat saya bingung, kok menyebut GNE-GNE (dalam persoalan DAK Dikbud NTB),” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 9 Agustus 2022.

Hadi mengatakan bahwa banyak yang menghubunginya meminta penjelasan terkait keterlibatannya dalam persoalan DAK Dikbud NTB. Ia kemudian memberikan pemahaman, pertama, bahwa benar perusahaan, PT. GNE adalah perusahaan yang melaksanakan aneka bisnis. Termasuk diantaranya pengadaan material untuk proyek fisik.

“Kita melayani mau sumber dananya dari DAK, DAU, provinsi maupun kabupaten/kota, selama ada pemesanan material, tetap kita layani,” terangnya.

Namun, sampai saat ini disebutkan, belum ada pemesanan material dari proyek DAK Dikbud NTB. Kalaupun ada disebut nama GNE, bisa jadi ada pihak-pihak yang mencatut nama perusahaan.

“Karena secara kelembagaan perusahaan, belum ada kita menerima pesanan material. Kalau mungkin ada marketing yang dapat pesanan material dari proyek ini, kan bisa saja. Tapi sah-sah saja. Sepanjang konteksnya bisnis,’’ ujarnya.

Hadi menyampaikan, secara bisnis, pemesanan produk – produk yang dibuat oleh PT. GNE berlaku untuk siapa saja, dan di mana saja. Sama saja seperti perusahaan penyedia material lainnya. Selama ada pesanan dan sesuai hitung-hitungan bisnisnya. Menurutnya tidak menjadi soal. Termasuk apakah pesanan tersebut datang dari pribadi siapapun, maupun dari lembaga manapun.

“Bahkan kalau Pak Gubernur yang pesan ndak masalah,” imbuhnya.

Yang diketahuinya, proyek DAK Dikbud NTB yang menjadi pembahasan saat ini karena dilaksanakan dengan sistem swakelola belum juga terlaksana. “Nah, heran, belum apa-apa kok ada gaduh, dan nyerempet-nyerempet kita (GNE). Ini yang membuat saya aneh,’’ kata Hadi.

Kendati demikian, ia tak ingin masuk ke ranah lain, di luar internalnya. Yang jelas, tegas Hadi, GNE boleh melakukan kerja sama bisnis dengan siapapun. Sepanjang tidak melanggar ketentuan.(bul)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...