Bertemu Konsul Jenderal China, Gubernur Minta Fasilitasi Belajar Industri Makanan Halal hingga Masalah Sampah

Mataram (Suara NTB) – Bertemu dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat China Zhu Xinglong di Denpasar Bali di Ruang Rapat Utama, Selasa, 9 Agustus 2022, banyak hal yang disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Si. Apa yang disampaikan gubernur ini berkaitan dengan program unggulan yang sekarang ini sedang dikembangkan di NTB, seperti industry makanan halal (halal food industry), beasiswa, pariwisata hingga pengelolaan sampah.

Didampingi Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., Kepala Dinas Sosial NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., Kepala Brida NTB Wirawan, S.T., M.Si., dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB drh. Khairul Akbar, Gubernur mengakui, hubungan NTB dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Bali sangat mesra. Hubungan ini terjalin cukup lama, bahkan sebelum Covid-19 mewabah di dunia.

Untuk itu, bagi gubernur, kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat China ini ke NTB diharapkan bisa terus terjalin di masa mendatang. Termasuk bekerjasama di berbagai bidang dan sektor. Tidak hanya itu, tambahnya, Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Bali bisa memfasilitasi Pemprov NTB untuk melakukan studi banding terkait beberapa program unggulan yang sekarang ini sedang dikembangkan.

“Kami ingin bisa difasilitasi untuk belajar dari salah satu provinsi di China terkait bagaimana mengelola pariwisata, industri, termasuk bagaimana pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Terkait rencana studi banding ke salah satu provinsi di China ini, gubernur mengharapkan Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Bali bisa merekomendasikan salah satu provinsi di China yang bisa dijadikan sebagai lokasi belajar. Termasuk pemerintah daerah siap membiayai rencana studi banding dari Pemprov NTB ke China.

Hal lain yang ingin dipelajari, tambahnya, adalah pengembangan industri makanan halal. Dalam hal ini, harapnya, ada perusahaan dari China yang bisa mengembangkan industri makanan halal di NTB. Diakuinya, untuk pengembangan makanan halal, perusahaan di China cukup bagus. Jika ini dikembangkan akan memberikan dampak yang cukup bagus bagi pengembangan industri makanan halal di NTB.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga mengharapkan agar Konsul Jenderal China memfasilitasi pengiriman mahasiswa asal NTB ke China. Diakuinya, sebelum Covid-19 banyak mahasiswa asal NTB yang menimba ilmu di China. Namun, pengiriman mahasiswa sempat terkendala saat Covid-19 mewabah. Untuk itu, setelah kasus Covid-19 melandai, pengiriman mahasiswa asal NTB kembali dilanjutkan.

Buka Penerbangan Langsung

Pada bagian lain, gubernur mengungkapkan jika NTB memiliki bandara bertaraf internasional yang bisa didarati pesawat berbadan lebar. Apalagi, di NTB banyak event bertaraf internasional, seperti MotoGP, WSBK dan event lainnya.

Untuk itu, gubernur mengharapkan pihak Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Bali memfasilitasi salah satu maskapai di China untuk membuka penerbangan langsung dari salah satu kota di China ke NTB. Gubernur mencontohkan penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado di Sulawesi Utara ke salah satu bandara di China. Paling tidak, kebijakan pembukaan penerbangan langsung ini bisa juga dilakukan ke NTB.

Menanggapi hal ini, Konsul Jenderal Republik Rakyat China di Bali Zhu Xinglong siap memfasilitasi Pemprov NTB untuk melakukan studi banding terkait hal yang ingin dipelajari di China. Khusus untuk program industri makanan halal, ada salah satu provinsi di China, yakni Provinsi Ningxia yang mayoritas penduduknya Muslim. Artinya, jika NTB ingin tahu tentang pengembangan industri makanan halal, bisa datang ke Provinsi Ningxia. Tidak hanya itu, NTB juga bisa menjalin hubungan yang lebih erat lewat ‘’sister province’’.

Sementara terkait penerbangan langsung dari NTB ke China, pihaknya harus berdiskusi dengan maskapai atau otoritas pemerintah di China terkait berapa jumlah warga China yang ke NTB. Hal ini, ujarnya, perlu pertimbangan dari pihak yang terlibat langsung di dalamnya. Meski tahun lalu, dari data yang ada di Pemerintah China sekitar 100 juta warga China yang keluar negeri.

Khusus untuk beasiswa ke China, pihaknya juga siap menerima mahasiswa asal NTB. Namun, sebelum menimba ilmu di perguruan tinggi yang ada di China, calon mahasiswa harus paham bahasa Mandarin. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Udayana di Bali menyiapkan kursus bahasa Mandarin bagi calon mahasiswa yang akan belajar ke China.

Pada kesempatan ini juga Konsul Jenderal Republik Rakyat China menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako pada Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah sebanyak 2.000 paket. Paket sembako ini akan disalurkan pada masyarakat yang ada di daerah ini, terutama ke daerah-daerah yang dilanda bencana atau pada warga yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial NTB H. Ahsanul Khalik menjelaskan, jika bantuan paket sembako yang diberikan ini diajukan Pemprov NTB ke Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Denpasar tahun 2021 lalu. Namun, usulan Pemprov NTB ini baru terealisasi tahun 2022 ini. Pihaknya berterima kasih pada Pemerintah China melalui Konsulat Jenderal di Denpasar yang telah memberikan bantuan paket sembako bagi NTB. (ham)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...