Jalur Sembalun Kembali Telan Korban

Selong (Suara NTB) – Jalur menuju Sembalun dengan medan menanjak, terjal dan tikungan tajam kembali makan korban. Setelah kejadian naas menewaskan tiga orang beberapa waktu lalu, pada Minggu tanggal 7 Agustus lalu, laka lantas kembali terjadi. Kali ini terjadi di Pusuk Sajang Dusun Sajang Lauk Desa Sajang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Kapolsek Sembalun, AKP Lalu Panca Warsa dalam keterangannya menjelaskan pihaknya mengetahui terjadinya kendaraan mini bus merek Isuzu Elf terjun bebas di Sembalun ini dari laporan warga Desa Bilokpetung yang kebetulan lewat. Kejadian terjadi sekitar Pukul 10.30 Wita.

Kronologis kejadian, kendaraan mini bus Isuzu ELF dengan Nomor Polisi DR 7421 KZ melaju pelan di jalan Raya Pusuk Sajang Dusun Sajang Lauk Desa Sajang yang akan menuju Mataram. Mobil mini bus ini mengangkut penumpang sebanyak 11 (sebelas) orang dari Sembalun yang akan pulang menuju Mataram.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) posisi jalan agak menurun tajam. Sang sopir atas nama Andrianto coba mengerem, namun  kurang konsentrasi. Akibatnya, kendaraan mengalami kurang keseimbangan berakhir terjatuh terguling ke sebelah kiri jalan.

Sebelas penumpang termasuk sopir berhasil selamat. Sang sopir, Andrianto (36) warga Pesona Bayuasri Desa Banyumulek Kabupaten Lombok Barat mengalami luka bagain jari manis tangan sebelah kanan.

Kedua atas nama  Ihwan (57), warga Tanjung Karang Permai, Mataram mengalami luka lecet bagian kepala dan tangan sebelah kiri. Ketiga bernama Alwan (26) juga warga Tanjung Karang Mataram. Honorer pada Balai Latihan Kerja Mataram ini mengalami luka di bagian ketiak sebelah kiri.

Ketiga Emi Yuliana (40) tahun warga Monjok Gunungsari Lobar, Mega Wulansari (35) yang utuh tidak mengalami luka dari Banyumulek Lobar. Selanjutnya Umi (27) warga Tanjung Karang Mataram, Sabrina Ika Laksiab (26) juga dari Tanjung Karang, Sri Aswini (57) Tanjung Karang, Sakila (6) warga Banyumulek Lobar, Sri Candra (37) Monjok Gunung Sari Lobar.  Endang Widiarti (65) Ampenan Mataram dan terakhir Rahmad Abi Gunawan (29) warga Tanjung Karang Mataram

Semua korban sudah mendapat penamganan medis dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Polisi sudah melakukan olah TKP dan menyimpulkan karena lalai dan kurang hati-hatinya dari pengemudi kendaraan (sopir) pada saat mengerem di jalan menurun dan kurang konsentrasi, sehingga kendaraaan tidak bisa dikendalikan dan terjadi laka lantas.

Warga yang melintasi jalur Pusuk Sembalun diimbau tetap waspada dan berhati hati. Jalan Sembalun diketahui sudah berulang kali memakan korban. (rus)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...