Desa di Lobar Salurkan Rp62,4 Miliar Dana BLT untuk Warga

Giri Menang (Suara NTB) – Desa-desa di Lombok Barat (Lobar) sedang disibukkan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang dilakukan sekali sebulan atau per triwulan sekali. Di Lobar sendiri terdapat Rp62,4 miliar BLT DD yang disalurkan untuk masyarakat.

Selain untuk BLT, DD juga dialokasikan untuk penanganan covid-19. Akan tetapi kondisi covid-19 sejauh ini melandai, sehingga anggaran ini tak banyak terpakai. Sehingga dana ini pun boleh dialihkan untuk program yang lebih prioritas.

Seperti penyaluran BLT DD di Desa Golong, Kecamatan Narmada, sudah masuk tahap ke VIII (bulan Agustus, red). Jumlah sasaran BLT DD di desa ini untuk sebanyak 125 kelompok penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM diberikan Rp300.000. ‘’Total BLT DD yang kami salurkan per bulan Rp37.500.000,”jelas Kades Golong, H.M. Zainudin, Senin, 8 Agustus 2022.

Dikatakan, keseluruhan warga masyarakat penerima BLT DD terdapat di 5 Dusun se Desa Golong. Di mana masing – masing Dusun, penerimanya 25 KPM.

Ditanya terkait DD 8 persen untuk penanganan covid-19, baru sebagian dieksekusi. “Dan masih ada sisanya, kita masih menunggu regulasi untuk peruntukannya,” terang Ketua Forum Kades kecamatan Narmada ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Lobar, Heri Ramadan mengatakan, total DD yang dialokasikan untuk BLT di Lobar sebesar 40 persen dari DD. “Minimal 40 persen DD untuk BLT, 40 persen dari total DD Rp156 miliar lebih, sekitar Rp62 miliar lebih. Itu besar,” jelas Heri.

Mengacu aturan, bagi desa yang menggunakan di bawah minimal 40 persen, BLT nya tidak akan dicairkan semua. Karena misalnya, digunakan hanya 20 persen maka sisanya 20 persen dialihkan ke desa lain. Menurut dia, BLT ini sangat besar anggaran yang bergulir di masyarakat. Daya ungkitnya besar terhadap warga di saat kondisi Pandemi Covid-19 ini. Bantuan ini semacam jaring pengaman sosial.

Lebih lanjut dikatakan, di saat kondisi fiskal daerah dan negara saat ini, desa melalui BLT ini dilibatkan membantu masyarakat. Selain BLT, DD juga kata dia diarahkan untuk penanganan covid-19. Sejauh ini diakui, realisaai anggaran covid-19 ada yang masih rendah di desa . Karena memang kondisi covid-19 melandai.

“Makanya ada kebijakan, tiga bulan setelah penetapan APBDes, dana penanganan covid-19 bisa di realokasi (dialihkan). Tapi syaratnya, harus ada pernyataan dari satgas covid-19 Kabuaten bahwa kasus Covid-19 melandai, kemudian harus ada rekomendasi dari Kemendes. Minimal surat edaran, untuk bisa menggeser itu (dana Covid-19),” jelas dia. Sejauh ini belum ada semacam rekomendasi dari Kemendes. (her)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

0
Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung arahan Presiden terkait peralihan LPG 3 kg ke kompor listrik yang...

Latest Posts

Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus pada Program Uji Coba Kompor Listrik

Jakarta (suarantb.com) - PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha...

Karya Terbaik AHM Best Student 2022, Daur Ulang Limbah hingga Hasilkan Energi Terbarukan

Mataram (Suara NTB)-PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penghargaan...

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Jakarta (suarantb.com)— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau...

Kendalikan Harga, Bulog Targetkan 32 Juta Kg Beras untuk Operasi Pasar

GUNA menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras,...

Gubernur NTB Tutup Festival Balap Sampan Tradisional

Festival Balap Sampan Tradisonal se-Pulau Lombok di Desa Pare...