Waspadai Penyebaran Penyakit Cacar Monyet

0
Mohan Roliskana

Mataram (Suara NTB) – Kasus cacar monyet telah ditemukan di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Penyebaran penyakit ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, meskipun belum ada kasus penularan di Kota Mataram.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, belum ada laporan terkait penyebaran penyakit cacar monyet di Kota Mataram. Penyakit ini patut diwaspadai penyebarannya, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengatur pola hidup bersih dan sehat (PHBS) . “Alhamdulillah, belum ada di sini,” kata Mohan.

Pemkot Mataram sampai saat ini, tetap fokus melakukan pemulihan terhadap penanganan Covid-19 dan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pihaknya cukup memiliki pengalaman mencegah dan menangani penyebaran penyakit dengan catatan masyarakat belajar dan merawat diri dengan PHBS. “Kita sudah memiliki pengalaman berharga penyebaran penyakit sebelumnya,” terangnya.

Diketahui, penyakit cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Gejala awalnya serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah dan menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Penularan virus monkeypox awalnya dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan seperti tupai, monyet atau tikus yang terinfeksi virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengaku, belum ditemukan penyakit tersebut. Kendati demikian, masyarakat juga diminta tetap menjaga PHBS. “Sampai saat ini belum ada,” kata Usman.

Penyakit cacar monyet menyebar antarmanusia melalui percikan liur yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka di kulit. Penularan bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti pakaian penderita. Namun, penularan antar manusia membutuhkan kontak yang lama.

Biasanya gejala yang muncul berupa demam, letih atau lesu, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan benjolan di leher, ketiak atau selangkangan. (cem)