Triwulan II 2022, Ekonomi NTB Tumbuh 5,04 Persen

Mataram (Suara NTB) – Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat pada triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan terjadi pada 14  lapangan usaha, sedangkan 3  lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Wahyudin, MM pada Jumat, 5 Agustus 2022 diterangkan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 14,25 persen dan pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,14 persen.

Selanjutnya, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,83 persen,perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 8,35, dan jasa pendidikan tumbuh 4,35 persen.

Di sisi lain, lapangan usaha yang terkontraksi yaitu jasa keuangan dan asuransi sebesar 16,70 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 2,09 persen, dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,37 persen.

Jika dilihat dari struktur PDRB, kata Wahyudin, menurut lapangan usaha  perekonomian NTB masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 23,19 persen. Diikuti oleh pertambangan dan Ppenggalian sebesar 19,82 persen. Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,18 persen dan konstruksi sebesar 8,33 persen.

“Peranan ke empat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian NTB mencapai 65,52 persen,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2021 lalu, ekonomi Provinsi NTB triwulan II-2022 dibanding triwulan II-2021 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,99 persen.

Pertumbuhan terjadi pada 13 lapangan usaha sedangkan 4 (empat) lapangan usaha terkontraksi. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 34,97 persen dan pertambangan dan penggalian sebesar 24,11 persen. Sementara itu, pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki peran dominan mengalami kontraksi sebesar 0,17 persen.  “Adapun lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam yaitu jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,49 persen,” demikian Wahyudin.(bul)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...