Rektor Unram Berikan Perlindungan Sosial pada 1.278 Non ASN

0
Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo beserta civitas akademika, Kepala BPJAMSOSTEK NTB, Adventus Edison Souhuwat beserta jajaran usai menyerahkan santunan dan kartu kepesertaan kepada non ASN Unram. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St Ph.D secara resmi memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang disiapkan oleh negara melalui BPJAMSOSTEK kepada 1.278 non ASN civitas akademika Unram.

Perlindungan sosial ini ditandai dengan penyerahan kartu kepesertaan BPJAMSOSTEK oleh Rektor Unram bersama Kepala BPJAMSOSTEK NTB, Adventus Edison Souhuwat, di Rektorat Unram, usai berolahraga bersama, Jumat, 5 Agustus 2022.

Penyerahan kartu kepesertaan ini juga dirangkai dengan penyerahan santunan kematian sebagai manfaat dari kepesertaan, kepada ahli waris Alm. M. Saofan (LPPM Unram) sebesar Rp84 juta. Dalam kesempatan ini, Prof. Bambang menyampaikan, apresiasi setinggi tingginya kepada BPJAMSOSTEK yang telah merealisasikan santunan kepada ahli waris. Yang tentunya akan sangat bermanfaat dan meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan almarhum.

Rektor mengatakan, prestasi yang sangat menggembirakan ketika sebanyak 1.278 peserta non ASN di Unram sudah diberikan perlindungan sosial oleh BPJAMSOSTEK.

“Artinya, pegawai non ASN Unram juga sudah memahami betapa pentingnya BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga bisa terlindungi jika terjadi Sesuatu dan lain hal ketika sedang menjalankan tugas. Dan bagi mereka yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, rektor mengimbau untuk segeralah menjadi anggota BPJS Ketenegakerjaan karena besarnya manfaat yang akan diterima,” imbaunya.

Menurutnya, tidak saja non ASN, mahasiswa yang melaksanakan KKN juga sangat penting mendapatkan perlindungan sosial. Pihaknya saat ini dalam proses menuju itu.

“Kita menjalankan instruksi presiden dan kementerian kita. Kami sedang hitung-hitung posnya. Akan kita atur kalau cukup keuangan kita. Kalau mahasiswa bisa mandiri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga kan bagus. Ada 34.000 mahasiswa Unram.  Ini untuk menjaga keselamatan mereka (mahasiswa) dan ada jaminan kalau terjadi apa-apa saat mereka KKN. Tapi belum final ini, masih dihitung-hitung,” demikian Prof. Bambang.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK NTB, Adventus Edison Souhuwat menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unram dan civitas akademiknya, dalam rangka bersama – sama melaksanakan amanat pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial sebesar-besarnya kepada non ASN lingkup kampus.

Dari BPJAMSOSTEK menyediakan program perlindungan diantaranya, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

“Jika dari rumah ke tempat kerja, perjalanan, kerja, hingga pulang terjadi risiko kecelakaan kerja, biaya rumah sakit ditanggung penuh sampai tak terhingga. Cacat, ada santunan cacat, dan meninggal dunia, ada santunan kematian sebesar 48 kali upah, serta beasiswa kepada dua orang anak dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi,” jelas Adventus.

Secara rinci, manfaat yang didapatkan untuk program JMK meliputi perlindungan mulai dari perjalanan pergi, pulang, dan di tempat bekerja serta perjalanan dinas, perawatan tanpa biaya sesuai kebutuhan medis, santunan berupa 100% upah selama tidak bekerja.  Jika meninggal dunia akibat kecelakaan kerja mendapat santunan 48x upah yang dilaporkan.

Sedangkan, manfaat yang didapatkan untuk program JKM Rp 42juta dengan rincian santunan kematian Rp 20juta, santunan berkala Rp 12juta dan biaya pemakaman Rp 10juta. Beasiswa Rp 17 juta untuk 2 orang anak dengan rincian jenjang TK sampai SD Rp 1,5juta/tahun/anak, jenjang SMP Rp 2juta/tahun/anak, jenjang SMA Rp 3juta/tahun/anak dan Perguruan Tinggi Rp 12juta/tahun/anak. (bul)