Punya Hak Sama, ABK Dijemput Bersekolah

0
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari (bermasker) saat menyambangi ABK di rumahnya di Lobar, Jumat, 5 Agustus 2022.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga memiliki hak yang sama dengan anak lainnya, termasuk dalam hal bersekolah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menjemput ABK yang belum bersekolah agar bisa bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Hal itu yang dilakukan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., saat menyambangi ABK di Desa Serumbung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 5 Agustus 2022.

Upaya mencari dan mengajak ABK untuk bersekolah sebagai upaya agar tidak ada lagi ABK di NTB yang tidak bersekolah.  “Selama ini kami bekerja sama dengan aparat desa, kami minta data dan melaporkan bila ada ABK yang belum bersekolah,” ujar Eva.

Selain itu, bidang Pendidikan Khusus Dinas Dikbud NTB juga meminta para kepala sekolah SLB untuk berdayakan guru-guru mereka, terutama yang berada di daerah-daerah pinggiran untuk jemput bola. Seperti yang dilakukan SLBN 4 Loteng saat PPDB.

Eva menjelaskan, ABK juga manusia yang punya hak sama seperti anak lainnya yaitu hak hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi. Terlebih mendapatkan pendidikan yang baik dan layak untuk mereka.

“Dengan pendidikan mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan dan bisa menghasilkan suatu karya apabila diberikan wadah dan fasilitas sesuai dengan bakat, minat, dan kreativitas mereka. Bahkan mereka bisa lebih mandiri bila diberikan keterampilan-keterampilan yang bisa menunjang untuk menenuhi kebutuhan hidup mereka kelak,” jelas Eva.

Sebelumnya, semua SLB negeri di NTB diminta wajib menerima anak berkebutuhan khusus yang mendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023.

Salah satu yang menjadi kendala dan tantangan setiap tahunnya, jumlah anak berkebutuhan khusus yang mendaftar di SLB melebihi daya tampung dalam satu SLB. Persoalan itu diakui Eva masih menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Salah satu indikatornya, rasio guru dan siswa masih belum ideal, karena jumlah siswa yang relatif banyak sedangkan jumlah guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) masih sedikit. Karena itu, di tahun 2023 nanti akan dibangun tiga unit sekolah baru (USB) SLB. Pihaknya sedang mengajukan tiga unit sekolah baru yaitu SLBN 3 Mataram, SLBN 3 Sumbawa dan SLBN 2 Dompu. (ron)