Proyeksi pada Peternakan dan Perikanan

0
Mohammad Rum (Suara NTB/dok)
ads top adsamman

PEMERINTAH pusat memproyeksikan pengembangan investasi di NTB tahun 2022 pada bidang peternakan dan perikanan. Penekanan pada dua bidang ini tentu tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki oleh NTB. Namun, dalam mengembangkan dua potensi ini, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama pada penyediaan lahan dan fasilitas pendukung.

‘’Pada Rakor Penyusunan Peta Potensi Investasi Proyek Prioritas Strategis Tahun 2022, kita diproyeksikan oleh pemerintah pusat tahun 2022 ini dengan proyeksi klasternya adalah klaster peternakan dengan proyeknya nanti peternakan sapi. Klaster berikutnya adalah perikanan dengan proyeknya budidaya udang dan lobster. Ini yang kita harap agar BKPM fokus mempromosikan NTB di dua sektor ini,’’ harap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ir. H. Mohammad Rum, M.T., pada Suara NTB, Jumat, 5 Agustus 2022.

Khusus untuk peternakan sapi, tambahnya, NTB sudah memiliki peternakan sapi dan sudah ada yang berminat yakni Pondok Pesantren Az Zaitun dengan lokasi peternakan sapinya di Santong. ‘’Sekarang yang bersangkutan sudah meminta lahan untuk itu dan sedang diproses di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB,’’ tambah mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB ini.

Diakuinya, lahan-lahan yang menjadi lokasi pengembangan investasi, kewenangannya berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk itu, daerah mengharapkan pemerintah pusat bisa memfasilitasi masalah lahan, sehingga bisa segera berproses dan realisasi investasi di daerah bisa cepat terwujud.

Meski demikian, ujarnya, khusus untuk perikanan udang dan lobster belum ada kelihatan, meski di beberapa daerah NTB merupakan penghasil udang dan lobster. Namun, pihaknya dengan adanya rapat koordinasi di pusat ini akan ada pihak yang tertarik mengembangkan potensi udang dan lobster ini.

Sebelumnya, ungkapnya, dirinya menghadiri rakor Peta Potensi Investasi Proyek Prioritas Strategis Tahun 2022 yang dipimpin langsung Menteri Investasi Bahlil Lahadalia didampingi Deputi Promosi Nurul Ichwan. Rapat koordinasi ini diikuti 13 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur,  Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku. (ham)