Pedagang Sayur Asal Mataram Diciduk Jual Sabu di Lobar

0
Pedagang sayur asal Mataram yang diamankan diduga karena menjual sabu di Labuapi, Lobar, Jumat, 5 Agustus 2022.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pedagang sayur asal Sandubaya, Mataram, insial AH (28) diciduk polisi, lantaran diduga menjual narkoba jenis sabu. Dari pelaku, diamankan 5,64 gram barang haram tersebut. Kini AH pun mendekam di balik jeruji besi Mapolres Lobar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Lombok Barat, AKP Faisal Afrihadi. SH, mengatakan, tim gabungan Opsnal telah menangkap AH pada Kamis, 4 Agustus 2022. “Penangkapan terhadap AH, yang kesehariannya sebagai pedagang sayur ini, dengan dugaan sebagai penjual dan pengedar narkotika jenis sabu. Dengan ditemukannya barang bukti jenis sabu dengan berat 5.64 gram, yang makin memperkuat dugaan ini,” ungkapnya, Jumat, 5 Agustus 2022.

Tim gabungan Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat menagkap AH di Jalan Raya Bengkel, Dusun Bengkel Timur Mekar, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lobar. Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima sekitar pukul 15.00 Wita. Bahwa di TKP sering dijadikan tempat teransaksi narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, tim opsnal sat narkoba polres Lobar yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Lobar melakukan penangkapan. Pelaku diamankan berikut barang bukti berupa sepeda motor, satu  bungkus rokok Surya 12 yang di dalamnya berisi satu plastik bening yang diduga narkotika jenis sabu seberat 5,64 gram.

Kemudian uang tunai Rp 445 ribu, satu unit sepeda motor mio warna hitam, sebuah Hp, sebuah korek api dan sebuah dompet. “Setelah memeriksanya ternyata berisi satu klip plastik transparan yang diduga narkotika jenis sabu seberat 5.64 gram,” jelasnya.

Sebelum proses penggeledahan, pihaknya juga melibatkan saksi dari masyarakat umum. Di antaranya, saksi dari aparatur desa, dan seorang warga setempat. “Saat ini terduga pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor Sat Narkoba Polres lombok Barat guna pemeriksaan lebih lanjut. Untuk proses selanjutnya akan melakukan uji urine terhadap terduga, meminta keterangan terduga, dan mempersiapkan barang bukti yang diduga sabu untuk uji Laboratorium BPOM,” tandasnya. (her)