Diskon dan Bebas Denda Pajak, Ikhtiar Aktifkan Wajib Pajak

0
Irnadi Kusuma (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali memberlakukan keringanan beban kepada wajib pajak kendaraan bermotor di NTB. Bentuknya pemberian diskon hingga bebas denda pajak. Upaya ini adalah satu bentuk ikhtiar Pemprov NTB untuk mengaktifkan partisipasi wajib pajak kendaraan, serta membantu meringankan beban pajak di saat ekonomi belum pulih akibat Covid 19.

Hal itu dikemukakan Kepala UPT Samsat Tanjung – Bappenda Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, kepada wartawan Jumat, 5 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, keringanan beban pajak kendaraan tersebut berlaku 3 bulan dari 1 Agustus sampai 31 Oktober 2022. Keringanan tersebut dijalankan Bappenda melalui UPT di Kabupaten/Kota berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 Tahun 2022 Tentang Insentif Kendaraan Bermotor. “Kami lihat langsung di salah satu desa, itu rata-rata 95 persen mati pajak motornya,” ucap mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini.

Pria asal Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara ini melihat beberapa hal yang menjadi penyebab tidak dibayarkannya pajak kendaraan. Utama sekali, menurut dia, kesadaran masyarakat. Bisa pula, penyebab lainnya adalah kondisi ekonomi akibat Covid.

Melalui keringanan beban pajak ini, masyarakat diharapkan lebih aktif membayar kewajibannya kepada pemerintah. Terlebih, kebijakan ini berlaku hampir setiap tahun. “Masyarakat yang belum membayar pajak diberi potongan hingga 50 persen,” imbuhnya.

Sebagaimana Pergub 74/2022, insentif pajak kendaraan berlaku 3 in 1. Di mana 3 jenis keringanan yang diberlakukan meliputi, diskon 50 persen bagi wajib pajak aktif yang membayar tepat waktu, bebas tunggakan untuk wajib pajak 5 tahun atau lebih khusus untuk masa pajak 2016 ke bawah, serta bebas denda pajak kendaraan.

“Kebijakan ini hanya berlaku 3 bulan mulai dari tanggal 1 Agustus kemarin. Pemerintah berupaya untuk memicu supaya Wajib Pajak yang jarang bayar pajak ini, aktif,” ucapnya.

Di KLU sambung dia, tercatat sekitar 74.000 wajib pajak kendaraan. Namun dari jumlah itu, WP yang aktif sekitar setengahnya. UPT Samsat Tanjung diharapkan mampu membukukan pendapatan PKB 2022 sebesar Rp 21 miliar, dengan realisasi sementara sudah tercatat 51 persen. Target tahun lalu sendiri sebesar Rp 19 miliar, dengan realisasi 103 persen.

UPT Samsat Tanjung telah melakukan sosialisasi melalui surat kepada pemerintah kecamatan dan desa. Diharapkan pemerintah setempat, menginformasikan dan mengingatkan kepada masyarakat, agar wajib pajak mendatangi Samsat Tanjung untuk membayar kewajibannya.

“Kalau saya optimis, karena ketaatan masyarakat kita untuk membayar pajak luar biasa. Dalam sehari saja, rata-rata bisa tercapai dengan nilai setoran mencapai Rp 87 juta,” demikian Irnadi. (ari)