Digagalkan, Penyelundupan 1,7 Kg Ganja Melalui Lotim

0
Penyampaian hasil penangkapan narkoba jenis ganja seberat 1,7 Kg.  (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Ditresnarkoba Polda NTB  mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis ganja melalui Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ganja kering seberat 1,7 Kg tersebut diselundupkan dari  Lampung dengan menggunakan salah satu jasa ekspedisi.

‘’Kita sudah tetapkan tersangka dalam kasus ini yakni IR alias Don, kasus ini juga masih terus kita lakukan pengembangan dan pendalaman,’’ ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S. IK,. M. SI, Kepada wartawan, Jumat, 5 Agustus 2022. Tersangka juga mengaku sudah empat kali melakukan pemesanan ganja dan akan diedarkan di wilayah Lotim dan Kota Mataram.

Dikatakannya, pengungkapan terhadap dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja tersebut berdasarkan laporan warga. Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian petugas berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti tersebut. Bahkan tersangka ditangkap pada saat membawa paket ganja kerumahnya untuk ditimbang dan diedarkan. “Tersangka kita tangkap pada saat membawa barang haram tersebut setelah kita lakukan pengintaian,” jelasnya.

Sementara hasil pengakuan tersangka bahwa barang ini dipesan dengan mahar Rp10 juta. Bahkan hasil penjualan tersebut tersangka mengaku mendapatkan keuntungan mencapai Rp2-5 juta untuk sekali pemesanan. Setiap barang yang masuk juga sudah ada yang memesan sebelumnya tinggal menemui tersangka untuk diambil dan dijual lagi ke pembeli.

‘’Kalau kita melihat rentetan waktu pemesanan, kita mengindikasikan bahwa tersangka adalah pemain lama dan kasusnya masih terus kita lakukan pengembangan,’’ ujarnya.

Modus yang dipakai pelaku menyelundupkan barang ke NTB, menggunakan Kardus diikat erat menggunakan lakban. Meski begitu, Polisi khususnya tim Ditresnarkoba Polda NTB tidak terkecoh, dan barang tersebut berhasil diamankan.

Selain ganja, petugas juga mengamankan  dua unit HP dan satu buah timbangan. Pelaku terancam dijerat dengan pasal Pasal 111 ayat (2) UU RI NO 35 Thun 2009 dan Pasal 114 ayat (2) UU RI NO 35 tahun 2009, dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun. “Kami berharap, warga ikut terlibat memberantas Narkoba di NTB, laporkan kepada kami sekecil apapun tentang peredaran Narkoba untuk kita Basmi sama-sama,” pungkasnya. (ils)