Telusuri Distribusi Benih Lobster

0
Muhanan (Suara NTB/bul)

LOMBOK Lobster Association (LLA) atau Asosiasi Lobster Lombok mendorong pihak terkait untuk menelusuri distribusi benih lobster yang didatangkan dari Sulawesi Tenggara dan masuk Lombok.

Daerah ini adalah penghasil utama benih lobster, bahkan menjadi penyuplai terbesar kiriman ke luar negeri, saat pemerintah masih melonggarkan ekspor benih lobster.

Ketua LLA, Muhanan, S.H., kepada Suara NTB menjelaskan, hingga saat ini, ketersediaan benih lobster di dalam daerah sangat tercukupi, kalau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan budidaya di dalam daerah sendiri. “Apalagi Teluk Awang, daerah tujuan kedatangan benih lobster dari Sulawesi Tenggara. Teluk Awang adalah daerah tangkapan malah,” katanya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Pengacara ini menduga, masuknya benih lobster dari luar daerah ke Lombok bisa saja bukan untuk kepentingan budidaya. “Mungkin saja hanya transit saja di Lombok, lalu di ekspor. kita kan ndak tahu permainan ini. Harus ditelusuri siapa saja yang terlibat di dalamnya. Dan kemana sebenarnya benih lobster ini,” tandasnya.

Muhanan mengatakan, hingga saat ini Lombok tidak kesulitan mendapatkan benih lobster dari daerah sendiri. Justru menurutnya, ketersediaan stok bisa melimpah. Setelah pemerintah melakukan pembatasan pengiriman benih lobster. Kecuali pengiriman antar daerah untuk kepentingan budidaya di dalam negeri.

Sebelumnya, Balai Karantina dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram mencatat, salah satu perusahaan, tercatat mendatangkan empat kali benur dari Kendari pada Bulan Juni 2022. Jumlahnya sebanyak 6.300 ekor.

Menurut keterangan Kepala BKIPM Mataram, Obing Hobir As`ari, benur-benur ini didatangkan untuk kebutuhan budidaya lobster di Teluk Awang, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) telah mengatur lalu lintas pengiriman lobster. Yang boleh dikirim keluar negeri untuk ekspor adalah lobster dengan ukuran berat minimal 200 gram. Di bawah itu, apalagi untuk benur, sama sekali tidak boleh diekspor, kecuali dikirim antar pulau di Indonesia untuk kebutuhan budidaya.

“Kalau benur dikirim antar daerah, boleh. Dengan catatan, daerah sumber mengeluarkan SKAB (Surat Keterangan Asal Benur)  yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan Perikanan kabupaten. Kami di BKIPM bisa menerbitkan rekomendasi atau surat keterangan sehat. baru bisa dikirim. Kalau untuk ekspor tidak bisa,” jelas Obing. Lalu lintas pengiriman benur dijaga ketat, sehingga sangat kecil kemungkinan untuk diselundupkan. (bul)