SWI Temukan 10 Entitas Investasi Ilegal dan 100 Pinjol Ilegal

0
Rico Rinaldy. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Waspada Investasi (SWI) pada periode Juni 2022 kembali menemukan 10 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin. Ke sepuluh entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin. Di antaranya 5 entitas melakukan money game. 1 entitas melakukan kegiatan forex dan robot trading tanpa izin. 3 entitas melakukan kegiatan perdagangan aset kripto tanpa izin dan 1 entitas lain-lain.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Kamis, 4 Agustus 2022, Kepala OJK Provinsi NTB, Rico Rinaldy menjelaskan, SWI telah memanggil dan meminta penghentian kegiatan serta pengembalian dana masyarakat yang telah dihimpun.

Dalam hal ini, masyarakat diharapkan tidak terigur dengan penawaran bunga tinggi dan harus mempertimbangkan aspek legalitas dan kewajaran dari entitas dan produk yang ditawarkan.  Selain itu, masyarakat dapat melakukan pengecekan legalitas dengan mengunjungi website dari otoritas yang mengawasi atau melakukan pengecekan dalam list entitas yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi melalui minisite waspada investasi https://www.ojk.go.id/waspada-investasi/id/alert-portal/Pages/default.aspx.

Tidak hanya itu, pihaknya menemukan 100 kegiatan usaha pinjaman online ilegal sejak tahun 2018 – 2022, jumlah pinjaman online ilegal yang telah ditutup menjadi sebanyak 4.089 entitas pinjol ilegal.

Pihak cyber patrol dan pemblokiran harian bersama-sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak dari pelaku pinjaman online ilegal, meski telah ribuan ditutup, praktik pinjaman online ilegal di masyarakat tetap marak.

SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjaman online ilegal ini dengan terus menerus juga melakukan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat.

Masyarakat diminta mewaspadai segala bentuk modus baru yang dilakukan oleh para pelaku untuk menjerat korban. Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan serta pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email [email protected]@ojk.go.id.

Selama tahun 2022 ini, ujarnya, dilaporkan kepada sebanyak 12 pinjol ilegal di NTB. Masyarakat NTB diminta untuk mengecek legalitas pinjol sebelum memanfaatkan layanan dan produknya. Daftar pinjol atau fintech lending terdaftar dan diawasi OJK dimuat pada website www.ojk.go.id, dan dapat ditanyakan juga melalui kontak OJK 157 dan whatsapp OJK 081-157-157-157. Jika tidak terdaftar di OJK dan/atau masuk daftar pinjol ilegal oleh SWI , masyarakat agar menghindari dan tidak mengakses aplikasi pinjol tersebut.(bul)