Polsek Kediri Ringkus Komplotan Curanmor

0
Kapolsek Kediri, AKP Heri Santoso bersama jajaran saat memberikan keterangan kepada pers soal penangkapan pelaku curanmor dengan modus operandi baru, Kamis, 4 Agustus 2022.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Polsek Kediri, Polres Lombok Barat, berhasil menangkap terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Desa Rumak, Kediri. Modus operandi pelaku pun terbilang baru. Pelaku menginap di rumah korban, karena mengaku dekat dengan adik korban.

Kapolsek Kediri, AKP Heri Santoso saat jumpa pers, Kamis, 4 Agustus 2022 menerangkan,  aksi pelaku dilancarkan di Dusun Rumak Timur Selatan Desa Rumak Kecamatan Kediri. Untungnya, pihaknya berhasil mengamankan tersangka curanmor beserta penadahnya.

Tersangka utama pelaku curanmor yang diamankan berinisial DS, laki-laki (20) Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Kemudian selaku penadah inisial AN, laki-laki (45) asal Jelatang Sedenggang, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lobar.

Peristiwa ini berawal dari korban memarkir sepeda motor miliknya di garasi, dan pada pagi harinya ketika istri korban akan pergi berjualan keliling, sepeda motor jenis Honda Beat warna White Blue milik korban hilang di garasi tersebut. “Sekitar pukul 10.00 Wita, korban ditelephone oleh istrinya yang memberitahukan sepeda motornya sudah tidak ada atau hilang di parkiran garasi rumahnya,” katanya, Kamis, 4 Agustus 2022. Atas peristiwa yang dialami itu, korban  pun langsung melaporkan ke Polsek Kediri.

Berdasarkan serangkaian kegiatan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Kediri, tim Dukep Polsek pun berhasil mendapatkan titik terang. “Dari keterangan saksi-saksi di TKP, bahwa waktu kejadian terduga pelaku menginap di rumah korban karena berteman atau kenal dengan adik korban. Sehingga dapat mengidentifikasi terduga pelaku dari foto yang bersangkutan ditunjukkan kepada saksi – saksi di TKP,” bebernya. Kemudian ketika tim Dukep mendapatkan informasi bahwa DS sedang diamankan oleh masyarakat di seputaran wilayah Gerung, karena kedapatan mengambil sepeda warga.

“Tim langsung menjemputnya, dan DS mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor tersebut, mengaku telah menjualnya kepada AN di Lembar. Dari pengakuan DS, menjual barang sepeda motor tersebut seharga Rp1,5 juta,” jelasnya. Kemudian tim bergegas menuju lokasi penjualan sepeda motor tersebut, namun saat itu tim tidak menemukan AN, malah menemukan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam.

“Ternyata, sepeda motor tersebut sesuai atau identik dengan yang tertera dalam bukti kepemilikan korban. Selain menemukan sepeda motor korban yang telah berubah warna tersebut, juga menemukan satu unit sepeda motor Honda CB150R, warna hijau,” lanjutnya.

Ternyata setelah dicek, sepeda Motor CBR itu tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Dan saat diminta menunjukkan dokumen kepemilikannya, pihak keluarga AN tidak dapat menunjukkannya. “Sehingga kami menduga bahwa sepeda motor tersebut juga berasal dari hasil kejahatan, dan kita juga amankan,” ujarnya.

Dalam hitungan jam, setelah mengamankan barang bukti tersebut, tim mendapatkan informasi tentang keberadaan AN. Dan langsung menangkapnya saat duduk di pinggir jalan Jelateng. AN sempat berupaya melarikan diri, namun dengan sigap tim dapat mengamankan yang bersangkutan.

Setelah diinterogasi, AN mengakui dirinya yang telah membeli, merubah warna, menyimpan dan membawa atau memakai sepeda motor Honda Beat tersebut. “AN juga mengakui sudah sering membeli dan menjual sepeda motor tanpa dilengkapi dokumen bodong,” pungkasnya. Atas perbuatannya terhadap DS, disangkakan melanggar pasal 362  KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Sedangkan untuk AN disangkakan pasal 480 KUHP, tentang dugaan tindak Pidana Persekongkolan Jahat / Penadahan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun penjara. (her)