Penanganan Kekeringan Bersifat Sesaat, 13.630 Warga Lobar Langganan Krisis Air Bersih

0
Warga Tanak Putek Desa Giri Sasak mengalami krisis air bersih tiap tahun. Mereka butuh penanganan jangka panjang. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sekitar 13.630 penduduk Lombok Barat (Lobar) yang tinggal di sejumlah wilayah menjadi langganan kekeringan. Hampir tiap tahun mereka dilanda krisis air bersih berkepanjangan. Kondisi inipun menuai sorotan DPRD Lobar.

Salah satu wilayah yang menjadi langganan kekeringan adalah Dusun Tanaq Poteq Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan. Sumur-sumur warga sudah banyak yang kering.

Munah, salah satu warga mengaku, penduduk di dusunnya harus mengambil air ke Kabupaten Lombok Tengah. Persisnya di Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya. “Di sana ada sumber, jadinya kita ngambil ke sana,” katanya.

Ibu rumah tangga 75 tahun itu menerangkan, sebagian sumur warga masih ada yang mengeluarkan air, tapi harus ditunggu hingga satu jam hanya untuk mendapatkan air satu ember. Dia mengaku, sumur-sumur tersebut akan mengeluarkan air dengan debit lebih banyak hanya pada musim hujan saja.

Sementara itu, Berdasarkan Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, terdapat 13.630 warga terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Lobar Mahnan mengatakan, titik-titik kekeringan itu terdapat di lima kecamatan dan 12 desa. Ke-12 desa itu tersebar di Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batulayar.

Mahnan mengatakan, warga terdampak paling banyak terdapat di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar. Di sini ada sekitar 1.844 jiwa yang berpotensi kekurangan air. Kemudian di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan dengan 1.702 penduduk, dan 1.588 warga di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong. “Sehingga total ada 13. 630 warga yang terdampak kekeringan. Titik-titik itu sudah kita tetapkan sebagai lokasi status siaga darurat bencana kekeringan,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Lobar Dapil Gerung – Kuripan Munawir Haris mendesak agar pemerintah mengambil langkah strategis yang bersifat jangka panjang agar masalah kekeringan bisa teratasi. “Sangat penting ada solusi dari pemerintah, yang sifatnya jangka panjang,”tegas dia.

Munawir mengatakan, upaya yang sangat diperlukan adalah penanganan jangka panjang, seperti pembuatan sumur bor. Dia mengakui, di beberapa desa tidak bisa dibor karena sumber airnya sangat dalam. “Tapi bukan berarti tidak ada upaya,” katanya.  (her)