Kios PKL Belum Semua Terisi, Pedagang Asongan Masih Berkeliaran di BIZAM

Praya (Suara NTB) – Sebanyak sekitar 30 kios yang diperuntukan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sampai saat ini belum terisi. Dari total 90 unit kios yang dibangunkan pihak pengelola bandara, baru sekitar 60 PKL yang menempati kios tersebut. Sehingga tidak ada alasan bagi PKL yang belum tertampung masih berjualan di sembarang tempat.

Meski demikian masih saja ditemukan pedagang asongan maupun PKL yang berjualan di sembarang di tempat di area bandara. Berbagai upaya penertiban pun terus dilakukan pihak PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) selaku pengelola BIZAM, terhadap para pedagang asongan tersebut.

Dalam keterangannya Kamis, 4 Agustus 2022, General Manager (GM) PT. AP I LIA, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan serta memberikan pemahaman kepada para PKL di bandara. Agar memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan dan, tidak lagi berjualan secara liar.

Tujuannya, tidak mengganggu kenyamanan, keamanan, serta ketertiban di area bandara. Para penumpang dan pengguna jasa kebandaraanudaraan lainnya juga tidak terganggu dengan keberadaan PKL tersebut. “Kemarin (Rabu,red) saat sosialisasi kepada pengurus koperasi dan PKL bandara, kita sudah sepakati PKL akan melakukan aktivitas di kios atau di gerai yang sudah disediakan,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap kesepakatan tersebut bisa dilaksanakan semakismal mungkin, supaya para PKL bisa lebih tertata rapi lagi. “Kami sudah berupaya mengakomodir keberadaan para PKL yang memang berasal dari masyarakat di sekitar bandara dan mendorong peningkatan pendapatan usaha mereka. Sehingga kami berharap para PKL ini berjualan di kios-kios yang telah kami sediakan,” harap Adil.

Kios bagi para PKL di bandara itu sendiri mulai dioperasikan sejak Desember 2021 dengan total sebanyak 90 unit. Sedangkan jumlah PKL yang terdata saat itu ada 60 PKL. Artinya, pada prinsipnya semua PKL yang berjualan di bandara ini bisa tertampung di satu lokasi.  (kir)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...