Berharap ke Harga Semula

0
H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

HARGA minyak goreng curah atau kemasan masih belum normal seperti waktu sebelumnya. Harga minyak goreng curah dan kemasan dianggap masih terlalu mahal, sehingga diharap bisa kembali ke harga semula.

Meski demikian, menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Drs. H. Fathurrahman, M.Si., stok di pasaran atau distributor cukup banyak tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekurangan atau kelangkaan.

‘’Pada prinsipnya ketersediaan itu masih cukup banyak. Tidak lagi mengalami kekurangan atau kelangkaan. Dan sekarang Kementerian Perdagangan sedang  melakukan packing terhadap minyak curah dan diharap bisa dijual dengan harga yang lebih murah,’’ ungkapnya menjawab Suara NTB di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 3 Agustus 2022.

Sekarang ini, ungkap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB ini, harga minyak curah di pasar induk berkisar antara Rp14.000 hingga Rp16.000 per liternya. Namun, jika ditemukan harga di atas itu ada di tataran pedagang yang paling rendah. Dalam hal ini, pemerintah akan mengupayakan harga minyak curah itu bisa kembali menjadi Rp12.000 atau Rp13.000 per liternya, sehingga tidak terlalu memberatkan bagi masyarakat.

‘’Mengenai kuota minyak curah di NTB selalu terpenuhi dan sekarang ini ada 4.000 liter. Ini untuk kebutuhan selama dua minggu di NTB. Kalau kita secara kuota sebenarnya 600 liter untuk kuota curah industri dan rumah tangga,’’ tambahnya.

Beda halnya dengan harga minyak kemasan yang tidak memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET), harganya cukup bervariasi. Namun, harga minyak kemasan ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga beberapa waktu lalu yang menyebabkan antrean masyarakat membeli minyak di pusat perbelanjaan atau retail modern. (ham)