Tekan Angka Stunting, Dikes Kota Mataram Optimalkan Pelaksanaan Pekan Penimbangan

0
Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. N. D. Kinnastri Mohan Roliskana saat memberi sambutan di acara Pencanangan Pekan Penimbangan. (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melalui Dinas Kesehatan (Dikes), Tim Penggerak (TP) PKK dan stakeholder terkait akan mengoptimalkan pekan penimbangan yang dilaksanakan bulan Agustus 2022 ini. Salah satu tujuannya yaitu untuk menekan angka stunting yang saat ini menjadi atensi nasional.

Pemkot Mataram menggelar kegiatan Pencanangan Pekan Penimbangan Bulan Agustus 2022 yang berlangsung di Lingkungan Peresak Timur, Kelurahan Pagutan, Rabu, 3 Agustus 2022. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H Usman Hadi, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. N. D. Kinnastri Mohan Roliskana, Ketua 1 TP PKK Kota Mataram, Camat Mataram, Camat Se-Kota Mataram beserta ibu ketua PKK Kecamatan serta kepala Puskesmas se Kota Mataram.

Foto bersama sejumlah ibu dan bayi yang mendapatkan bingkisan makanan tambahan. (Suara NTB/ris)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. H Usman Hadi mengatakan, target Pemkot Mataram di tahun 2022 ini yaitu seluruh anak-anak yang berjumlah 29.527 orang sudah harus mendapat layanan penimbangan. Dari data per Februari 2022, sebanyak 82 persen balita sudah ditimbang. Hanya saja yang menjadi kendala tidak semua diukur Panjang Badannya.

Hal ini mengakibatkan angka stunting di Kota Mataram masih tercatat sebesar 24,85 persen. Angka ini tentu tidak valid, sebab data pengukuran panjang badan balita yang masuk baru 59 persen saja. Sehingga di momentum pekan penimbangan balita ini diharapkan agar seluruh target bisa tertimbang dan terukur dengan baik.

“Minimal 90 persen data masuk baru akan menampilkan kondisi stunting di Kota Mataram. Sebagaimana di tahun 2020 lalu, stunting kita sebesar 20 persen, sebab semua balita yang diukur berat dan tinggi badannya itu semua sudah ter-entry,” ujar Usman.

Adapun tujuan Pekan Penimbangan ini adalah untuk memastikan semua Balita di Kota Mataram harus mendapatkan layanan penimbangan dan pengukuran sehingga diketahui potensi kasus gizi buruk dan gizi kurang di daerah ini. Namun kondisi saat ini tidak ada satu pun kasus gizi buruk di Kota Mataram.

“Gizi buruk di Kota Mataram saat ini nol. Semua kasus yang pernah muncul itu tertangani dengan baik, sehingga sekarang tidak ada lagi alias nihil,” tegasnya.

Untuk kasus stunting, Pemkot Mataram menargetkan bisa berada di angka 19 persen di tahun 2022 ini. Selanjutnya di tahun 2023 akan terus dipacu penurunannya sehingga bisa mencapai angka 14 persen sesuai dengan target Presiden di tahun 2024.

“Saya yakin target itu akan tercapai jika semua anak-anak sudah ditimbang dan diukur” tegasnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. N. D. Kinnastri Mohan Roliskana mengatakan, Posyandu yang digelar di Peresak Timur ini sudah mengakomodir kegiatan Posyandu Keluarga. Sebab tidak hanya pelayanan kepada ibu dan anak, namun juga kepada para lansia dan remaja.

Menurutnya, pencanangan Posyandu Keluarga yang sudah dilaksanakan tahun lalu tidak hanya bagus di atas kertas, namun implementasinya di lapangan juga sudah bagus. Para kader Posyandu dinilai memiliki semangat yang tinggi di dalam menjalankan tugasnya.

“Saya imbau Bapak Camat juga turut memotivasi dan menyemangati kader-kadernya yang ada di bawah. Karena figur camat dan figur ketua PKK tingkat kecamatan dan kelurahan sangat penting untuk menyemangati para pader-kader kita di lapangan,” ujar Kikin, sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Mataram ini.

Kikin menyoroti masalah stunting di Kota Mataram yang harus tetap berupaya diturunkan oleh semua pihak. Sekitar lima bulan lagi sebelum tutup tahun 2022, penanganan stunting diharapkan bisa menunjukkan angka yang bagus melalui peran kader Posyandu dan didukung oleh para Camat, Lurah dan TP PKK Kecamatan dan Kelurahan.

“Saya optimis stunting di Kota Mataram bisa ditekan sedemikian rupa. Saya ingin tanya kesiapan kader-kader di sini. Ibu-ibu siap menurunkan angka stunting? Tanya Kikin yang dijawab langsung secara serempak oleh para kader Posyandu “ Siaaap,” ujar mereka mantap.

Ia meminta agar setiap Posyandu juga memiliki kreatifitas sehingga ibu-ibu dan lansia dengan senang hati datang ke lokasi Posyandu. Harapannya adalah semua sasaran Posyandu datang untuk melakukan penimbangan,pengukuran serta pelayanan kesehatan.

Kikin mengatakan, munculnya angka stunting tidak hanya dipicu oleh kondisi gizi yang kurang baik atau masalah kesehatan semata. Namun ada masalah teknis yang terjadi di lapangan, misalnya keterbatasan alat penimbangan dan pengukuran yang digunakan. Misalnya masih banyak penimbangan dilakukan pakai dacin, padahal jika menggunakan timbangan digital hasilnya lebih akurat.

“Saya mohon kepada pak Kadis Kesehatan agar mengusulkan anggaran untuk pengadaan alat timbang dan panjang badan digital di setiap Posyandu Keluarga di Kota Mataram. Ini sangat penting, sebab jika salah pengukuran, maka salah data yang diinput,” ujarnya.

Diharapkan juga kepada para Camat dan Lurah di Kota Mataram agar menganggarkan biaya pelaksanaan TP-PKK, terutama untuk dukungan pelaksanaan Posyandu Keluarga. Ia mengaku sangat yakin angka stunting akan bisa ditekan secara bersama-sama dengan kerja keras dan peralatan yang memadai.(ris)