Silaturahmi KNPI ke Redaksi Suara NTB, Usung Gagasan ’’Activist Preneur’’, Dorong Pemuda Melek Investasi

0
Pimpinan Redaksi "Suara NTB", H. Agus Talino foto bersama usai menerima kunjungan Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan dan Ketua DPD KNPI NTB, H. Baehaqi berserta jajaran. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), M Ryano Panjaitan didampingi Ketua DPD KNPI NTB, H. Baehaqi berkunjung ke Redaksi Suara NTB, Rabu, 3 Agustus 2022. Kunjungan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemitraan dengan media massa dalam mengkampanyekan visi besar KNPI melahirkan “Activist Preneur”.

Rombongan pengurus DPP KNPI dan DPD KNPI NTB tersebut diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi “Suara NTB”, H. Agus Talino yang didampingi Wakil Pimpinan Redaksi, Raka Akriyani dan jajaran tim redaksi.

Dalam kesempatan itu, Ryano menyampaikan tujuan kunjungan ke Redaksi “Suara NTB” untuk mempererat kemitraan dengan media massa dalam rangka mensosialisasikan gagasan activist preneur kepada segenap elemen kepemudaan yang ada di NTB.

“Kami mendorong teman-teman aktivis supaya jangan terus terjebak dalam retorika belaka, tapi bagaimana kita aksi. Tujuan dari visi activist preneur ini adalah untuk membangun kemandirian ekonomi pemuda,” ucap Ryano.

Ryano berkeyakinan kuat bahwa prekonomian bangsa Indonesia akan makin kuat dan maju jika generasi mudanya banyak tumbuh menjadi interprenur. Dengan potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah, pemuda harus berpikir kreatif dan inovatif untuk mengelolanya, sehingga kekayaan alam tersebut mampu diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk pemuda sekarang ini adalah era eksekusi, bukan lagi diskusi tanpa aksi. Pandangan kita soal politik jangan ansih soal politik kekuasaan, yang paling penting politik kesejahteraan,” serunya. Pada kesempatan itu, Ryano juga memaparkan rencana aksi KNPI untuk mendorong Activist Preneur pada Redaksi “Suara NTB”. Salah satunya yakni menyadarkan pemuda soal investasi sebagai suatu jalan mengembangkan kekuatan ekonomi.

“Masih banyak anak muda yang buta Investasi. Nah kita bikin program pelatihan pemuda terkait apa itu investasi. Kita bekali pemuda dengan pengetahuan investasi,” ungkapnya. Ia menambahkan banyak anak muda yang bekerja sebagai PMI keluar negeri, tapi hasil kerjanya tidak tahu mau diapakan. KNPI pun sudah melakukan kerjasama dengan BP2MI untuk memberikan pelatihan pada para PMI kesadaran tentang investasi.

Sementara itu, Ketua KNPI NTB, Baehaqi memaparkan tentang tantangan dan hambatan anak muda di NTB untuk terjun kedalam dunia usaha. Salah satunya adalah keberanian untuk memulai usaha dari hal kecil.

“Momok anak muda untuk berwirausaha itu adalah keberanian untuk memulai dari hal kecil. KNPI NTB akan mengajak anak muda agar gagasannya tidak selesai sampai meja diskusi saja. Tapi kita dorong agar berani mulai usaha dari yang kecil tapi konkret,” ujarnya.

Diungkapkannya, pemerintah sejauh ini sudah banyak membuat program mencegah generasi muda interprenur. Namun hal itu tidak pernah bisa berjalan dengan baik, karena tidak adanya keberlanjutan. “Memang banyak sekali program pemerintah, tapi saya simpulkan tidak adanya konsistensi, tidak didukung dengan proses pembinaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ndi)