Mahasiswa KKN Unram Sosialisasi 3R pada Tenaga Produktif Rumah Tangga

Mataram (Suara NTB) –  Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram (KKNT Unram) di Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah telah melaksanakan agenda penyuluhan dan sosialisasi mengenai Reduce, Recycle, Replant (3R) pada Selasa, 21 Juni 2022.

Tim KKNT Unram Desa Marong berupaya untuk memberikan penyuluhan secara visual mengenai upaya pemanfaatan sampah baik sampah organik maupun non-organik.

Ketua KKNT Unram di Desa Marong, L. Muhammad Rizaldy mengatakan, kegiatan ini untuk menerangkan sampah organik dan non-organik dapat dikemas menjadi barang bernilai ekonomis. “Masyarakat masih melihat berbagai macam jenis sampah merupakan sampah layaknya ‘sampah’ yang tidak akan digunakan kembali,” ujarnya.

Materi penyuluhan mengenai 3R dipaparkan oleh Andini Nurcholisah sebagai narasumber dari Front Mahasiswa Nasional Ranting Universitas Mataram (FMN Ranting Unram). Ia  memaparkan peranan ibu rumah tangga serta para pemuda untuk dapat mengolah sampah organik dan non-organik agar memiliki nilai guna. Diharapkan dari hasil tersebut dapat menyokong kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun komunitas.

Andini memberikan penyuluhan yang dapat mendorong produktivitas masyarakat agar kreatif memanfaatkan sampah-sampah plastik, sampah bekas jajanan, sampah botol bekas, sampah styrofoam, serta sampah non-organik lainnya.

Ia menjelaskan mengenai pengolahan sampah bekas makanan yang dapat diolah untuk menjadi pakan maggot. Upaya budi daya maggot dapat memberikan peluang usaha ekonomi produksi dalam sektor pakan mikro-ternak seperti pakan burung hias, ikan, dan yang lainnya.

Pemanfaatan sampah organik juga dapat dilihat dari bagaimana kemudian para peternak kambing, sapi, kerbau atau hewan ternak lainnya kadangkala kewalahan untuk mengurus peralihan lokasi kotoran hewan ternaknya kemana; mengingat di sisi lain banyak dari petani Desa Marong yang memiliki persoalan problematis terhadap sistem distribusi pupuk dari para pengecer pupuk gagasan ynag kemudian diberikan adalah pemanfaatan kotoran hewan ternak sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan dan tidak menciptakan potensi lahan kering.

“Untuk itu, harapan ke depannya pemanfaatan sampah organik serta non-organik dapat diolah agar dapat membuktikan bahwa sampah dapat memancing kreativitas masyarakat Desa Marong,” harap Muhammad Rizaldy. (ron)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

0
Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara Barat mulai dari tokoh agama tokoh pemuda, bahkan masyarakat kecil sekalipun. Itulah cara Gubernur NTB,...

Latest Posts

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...

Kasus Tanah Eks GTI, Menteri ATR/BPN akan Cek ke Gili Trawangan

Jakarta (Suara NTB) – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan...