Kasus Penemuan Mayat, Polisi Periksa Tiga Unit CCTV

0
Kadek Adi Budi Astawa. (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram mengaku masih terus mendalami kasus penemuan mayat Rani (29) seorang guru TK dan guru privat Bahasa inggris. Selain pemeriksaan 15 orang saksi dan 11 diantaranya telah di-BAP, rekaman CCTV juga mulai dilakukan pemeriksaan.

“Sudah ada tiga unit CCTV di tiga lokasi yang mulai kita periksa, kami juga masih menunggu hasil otopsi terhadap jenazah korban untuk penanganan lanjutan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST., S.IK, kepada wartawan, Rabu, 3 Agustus 2022. Penanganan kasus ini juga menjadi atensi untuk dituntaskan.

Terkait temuan luka lebam di pipi dan dada korban lanjutnya masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Bahkan polisi juga telah melakukan olah TKP sebanyak lima kali dan masih terus dilakukan pendalaman. Selain itu polisi juga terus mencari beberapa barang yang hilang pada saat mayat korban ditemukan. “Barang korban yang hilang masih kita cari termasuk rekaman CCTV juga masih kita analisa,” sebutnya.

Khusus untuk pemeriksaan CCTV diyakini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena proses pemilahan terhadap rekaman tersebut. Bahkan saat ini tiga CCTV tersebut masih dalam tahap pemilahan gambar yakni di sepanjang jalan kompleks. Dirinya juga mengaku hingga saat ini belum ada bukti tambahan terkait perkara tersebut karena masih dalam proses pendalaman. “Belum ada perkembangan terbaru dalam kasus tersebut karena beberapa alat bukti masih kita periksa,” timpalnya.

Disinggung terkait hasil autopsi, dirinya mengaku baru akan keluar setelah lima sampai tujuh hari. Jadi pihaknya berharap untuk bersabar karena kasusnya masih terus berproses. Sementara terkait dengan kemungkinan indikasi perbuatan melawan hukum masih terus dilakukan pendalaman. Karena hasil otopsi yang menentukan penanganan lanjutan terhadap kasus tersebut. “Saya belum berani memastikan faktor penyebab kematian korban akibat penganiayaan atau apapun itu karena masih menunggu hasil otopsi,” tandasanya. (ils)