Disnakertrans NTB Lepas 7 KK Transmigran ke Sulawesi Tenggara

0
Kadisnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat sampaikan sambutan. (ist/Disnakertrans)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 7 KK asal NTB dilepas menjadi calon transmigran ke Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemberangkatan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 ini, dengan rincian 28 jiwa.

Total 7 KK itu detailnya, terdiri dari  2 KK  atau 9 jiwa berasal dari Lombok Timur, 3 KK atau 12 jiwa  dari Lombok Tengah, 2 KK  atau 7 jiwa dari Kota Mataram.

Kadisnakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat melepas keberangkatan 7 KK Transmigran. (ist/Disnakertrans)

“Calon transmigran akan diberangkatkan dengan pesawat menuju Sulawesi Tenggara dan diperkirakan akan sampai di Kendari hari Senin tanggal 1 Agustus 2022 jam 8 Malam. Dari Kendari menuju Muna akan ditempuh dengan bus,”ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, MH saat melepas rombongan kemarin.

Gede menyampaikan pemberangkatan calon transmigran kali ini cukup bersejarah, karena bertepatan dengan peringatan tahun baru hijriah. Di mana pada masa itu, Rasulullah melakukan hijrah dari Kota Mekkah ke Kota Madinah.

“Hal yang sama terjadi pada calon transmigran yang akan berangkat sekarang, pelungguh sami akan berhijrah dari Lombok ke Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan,” harap Gede di Aula Balatmas.

Animo warga NTB untuk mengikuti program transmigrasi cukup tinggi. Terbukti ada 15 KK yang mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi tahun 2022 ini.

Pada kesempatan itu, Gede menjelaskan Provinsi Sulawesi Tenggara adalah daerah tujuan transmigrasi dan sudah banyak warga asal NTB yang menjadi transmigran di provinsi tersebut. Bahkan ada transmigran yang berangkat tahun 2019 sudah menjadi guru.

“Calon transmigran harus memiliki niat yang kuat untuk merubah nasib dan jangan pesimis. Karena saudara kita ada di sana, jadi kalau ada apa-apa pasti ada yang bisa dihubungi. Di sana daerahnya subur dan fasilitasnya lengkap, seperti rumah dan lahan usaha untuk pertanian,” ungkap Gede.

Calon Transmigran selama keberangkatan akan didampingi oleh pendamping dari Lombok Timur sebanyak 1 orang dan dari provinsi ada 3 orang. Pendamping calon transmigran sampai diterima oleh Kepala UPT Transmigrasi di Kelurahan Raimuna, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Tim pendamping akan memastikan calon transmigran sampai daerah tujuan dan memastikan fasilitas yang diperoleh calon transmigran baru mereka akan kembali ke NTB,” jelas Gede.

Para transmigran nantinya akan mendapat berbagai fasilitas, diantaranya penyediaan tempat tinggal dan lahan usaha pertanian. Begitu juga dengan pembangunan sarana air bersih, solar cell dan pengadaan Jatah Hidup (Jadup).

Sumber air diambil dari pegunungan secara gravitasi kemudian disalurkan ke seluruh rumah-rumah transmigran, jadi tidak ada masalah dengan air. Selain itu, sarana umum sudah semua ada, seperti sekolah dasar, masjid, puskesmas pembantu, dan balai pertemuan warga.

Mengakhiri sambutannya, sesuai harapan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur NTB bahwa calon transmigran adalah Duta NTB di Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu menunjukkan warga NTB adalah orang yang ulet, memiliki keinginan kuat untuk bekerja, dan selalu menjaga toleransi.

“Mudah-mudahan pemberangkatan berjalan dengan lancar dan setelah sampai tujuan menjadi warga trans yang sukses mendapatkan lahan usaha, tempat hidup yang baru, dan memperbaiki kehidupan lebih baik di lokasi transmigrasi,” pungkasnya. (*)