Diduga Ada Transfer ’’Fee’’ DAK, Kadis Dikbud NTB Membantah

0
H. Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ada informasi beredar menyebutkan bahwa dugaan bukti transfer fee Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd yang dikonfirmasi membantah dugaan adanya fee DAK tersebut.

“Saya tidak tahu (terkait dugaan fee DAK), pekerjaan belum mulai. DAK tahun ini masih persiapan. Saya jawab tidak ada fee. Yang jelas tidak boleh ada fee dalam pekerjaan pemerintah,” tegas Aidy Furqan kepada Suara NTB, Rabu, 3 Agustus 2022.

Aidy menjelaskan, DAK Dinas Dikbud NTB tahun ini menggunakan sistem swakelola tipe 1. Swakelola Tipe 1 Swakelola yaitu direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh lembaga atau perangkat daerah penanggung jawab anggaran, dalam hal ini Dinas Dikbud NTB.

‘’Sekolah mengusulkan siapa yang bekerja atau menyediakan bahan baku, kami verifikasi, toko mana jadi penyuplai, kami verifikasi. Sekolah mengusulkan tiga nama, nanti kita cek sesuai aturan,” ujar Aidy.

Sebagai informasi swakelola tipe II, yaitu OPD atau Dinas Dikbud NTB yang bertanggung jawab dan OPD teknis yang mengerjakan. Swakelola tipe III yaitu direncanakan dan diawasi OPD penjanggung jawab anggaran, dilaksanakan oleh Ormas. Swakelola tipe IV, direncanakan oleh OPD penanggung jawab anggaran, dan diawasi serta dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat.

Dinas Dikbud NTB memutuskan swakelola tipe I berdasarkan rapat berkali-kali antara Dinas Dikbud, BPKAD, Ispektorat, yang juga mengundang BPKP dan pihak terkait lainnya sampai tingkat Kementerian. “Kami putuskan swakelola tipe 1, sehingga riil pekerjaan dan pertanggungjawabannya,” jelas Aidy.

Aidy mengaku tidak hafal total DAK Dinas Dikbud NTB untuk SMA, SMK, dan SLB di NTB tahun 2022. Namun ia memperkirakan besarannya antara Rp130 miliar sampai Rp150 miliar untuk SMA, SMK, dan SLB se-NTB.

“Total DAK saya tidak hafal, di atas Rp100 miliar. Ada juga info beredar, dana DAK sampai Rp190 miliar, dari mana angka itu? Saya tanya di bidang, kisarannya sekitar Rp130 miliar sampai Rp150 miliar untuk SMA, SMK, SLB se-NTB,” ujar Aidy

Ia menyesalkan adanya informasi yang tidak benar terkait DAK Dinas Dikbud NTB. ‘’Kita kerja saja belum, sedang persiapan-persiapan, sudah banyak sekali gangguan, lama-lama ndak kerja jadinya, bisa-bisa Pemerintah Pusat geram itu nanti,” ujar Aidy.

Belakangan ini beredar informasi bahwa diduga ada transfer  fee DAK ke rekening seseorang. Dalam bukti transfer, tertulis  bahwa itu merupakan tambahan fee dari salah satu SMA negeri di NTB diduga penerima DAK. Diduga sebelum ada fee tambahan, sebelumnya sudah ada fee yang telah ditrasfer. (ron)