DBD Masih Jadi Ancaman di Lotim

0
Budiman Satriadi (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sampai saat ini, jumlah kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti sudah mencapai 88 kasus. Perilaku hidup kurang sehat masih menjadi penyebab utama kemunculan kasus penyakit yang cukup mematikan tersebut.

Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lotim, Budiman Satriadi saat dikonfirmasi Rabu, 3 Agustus 2022 mengatakan kasus DBD ini menjadi atensi nasional. Dibanding dengan Corona Virus Disease (Covid-19), penyakit DBD ini juga masuk kategori yang cukup berbahaya dan harus diwaspadai.

Sejauh ini diakui sejak 2019 sampai sekarang belum ada laporan kematian akibat DBD. Meski demikian, sebaran penyakit ini tidak bisa diremehkan. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan cepat, maka akan menimbulkan pendarahan dan berujung kematian.

Budiman menyebut, wilayah kecamatan yang paling banyak terpapar DBD adalah Kecamatan Sambelia dan Selong. Selong dengan 13 kasus dan Sambelia 11 kasus. Kecamatan Selong sebagai ibu kota kabupaten tidak dipungkiri paling banyak karena banyak faktor. Selain karena lingkungan, masyarakat Kota Selong juga paling tinggi mobilitasnya ke daerah-daerah yang sudah endemis DBD.

Kondisi lama tidak hujan ini memicu pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti cukup  cepat. Selain lingkungan yang kotor, pada kamar mandi yang kurang bersih, dispenser atau pada tempat-tempat genangan air yang tak pernah dibersihkan menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk dengan baik.

Dinas Kesehatan sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi dan masyarakat terus diberikan pemahaman tentang perilaku hidup  bersih dan sehat. Melalui puskesmas masyarakat diajak untuk melaksanakan 3 M. Ketika ada gejala, diminta segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Jika sebarannya meluas, maka Dikes siap melakukan fogging atau pengasapan. (rus)