Verifikasi dan Validasi Tenaga Non ASN, Masa Sanggah Diperpanjang hingga Minggu Kedua Agustus

Mataram (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB masih memberikan waktu pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB melakukan verifikasi dan validasi kembali data tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di tempatnya masing-masing. Dari verifikasi dan validasi yang dilakukan melalui masa sanggah bagi OPD ini, betul-betul didapatkan data tenaga non ASN sesuai fakta di lapangan.

‘’Belum semuanya masuk. Kami masih beri kesempatan sampai minggu ke 2 Agustus,’’ ungkap Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir menjawab Suara NTB, Selasa, 2 Agustus 2022 terkait data tenaga non ASN yang valid setelah masa sanggah diberikan pada OPD hingga akhir Juli 2022.

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Pariwisata NTB ini, menegaskan, jika BKD NTB sudah selesai melakukan pendataan tenaga non ASN lingkup Pemprov NTB pertengahan Juli 2022 lalu. Dari data awal yang dikirim OPD atau lembaga pemerintah di NTB sebanyak 15.790 tenaga non ASN, setelah diverifikasi akhirnya BKD menetapkan jumlah tenaga non ASN di NTB sebanyak 15.300.

Menyusutnya jumlah data tenaga non ASN ini, dikarenakan ada data ganda, khususnya guru yang mengajar di beberapa sekolah. ‘’Yang double, dari tenaga guru, karena bertugas di beberapa sekolah. Ada guru yang mengejar 24 jam mengajar, kemudian mengajar di beberapa sekolah, sehingga ini yang menyebabkan penyusutan jumlah data dari sebelumnya,’’ ungkapnya.

Dari data yang dilakukan, tenaga non ASN ini terdiri dari  Honorer/Pegawai Tidak Tetap (PTT) berdasarkan SK Gubernur, tenaga kontrak yang terdiri dari tenaga administrasi, cleaning service, tenaga keamanan, penjaga malam, sopir, tenaga kontrak BLUD, tenaga kontrak Guru Tidak Tetap (GTT) dan Tata Usaha Sekolah.

Mereka diberikan honor yang bersumber dari APBD, APBN, BPP (Biaya Pengelolaan Pendidikan), komite, BLUD dan hibah sesuai dengan Upah Minimum Provinsi yang berlaku saat itu.  Sementara mengenai jumlah PTT sebanyak 114 orang, tenaga kontrak 4.342, BLUD 1.447, GTT/TU sekolah sebanyak 9.052 dan lainnya 345. ‘’Sehingga jumlahnya menjadi 15.300 orang,’’ terangnya.

Nantinya, setelah pihaknya menerima data hasil sanggahan di OPD akan diserahkan pada Inspektorat NTB untuk dilakukan uji petik. Uji petik yang dilakukan Inspektorat ini untuk membuktikan apakah, pendataan yang dilakukan betul-betul sesuai apa tidak.  (ham)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...