Vaksinasi Dosis Keempat Hanya bagi Nakes

0
Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ham)
ads top adsamman

PEMERINTAH telah memutuskan melakukan vaksinasi dosis vaksin ke empat atau booster kedua. Kebijakan ini berlaku khusus bagi tenaga kesehatan (nakes) yang setiap saat berurusan dengan orang sakit. Untuk itu, perlindungan terhadap nakes mutlak dilakukan, karena antibodi pada orang yang sebelumnya pernah vaksin booster semakin menurun.

“Karena dalam beberapa minggu terakhir jumlah dokter dan perawat yang positif bahkan sampai meninggal muncul. Artinya antibodi ada tubuh semakin menurun,” ungkap Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, SpA., pada Suara NTB di ruang kerjanya, Selasa, 2 Agustus 2022.

Diakuinya, sekarang ini cukup banyak nakes, baik dokter, perawat hingga petugas lapangan di Indonesia yang terpapar Covid-19, bahkan banyak yang meninggal dunia. Berdasarkan fakta inilah, ujarnya, yang menjadi dasar bagi pemerintah melakukan vaksin dosis ke empat atau booster kedua bagi nakes.

Vaksinasi ini penting untuk melindungi nakes agar tidak lagi terpapar Covid-19 dan tidak ada lagi yang menjadi korban. Vaksinasi ini dilakukan sejak awal Agustus dan disesuaikan dengan jenis vaksin yang diinginkan atau sesuai dengan vaksin awal.

“Ini kan jadi istilahnya kan gini dari hasil penelitian terakhir itu kan booster heterolog itu cukup melindungi juga. Heterolog itu artinya, booster awal yang dilakukan tidak sama. Tapi cukup memberikan perlindungan. Ini kan ada rumusnya yang diberikan Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Vaksin dasar ini, pilihan booster 1 nya ini. Jadi sudah ada rumus dasarnya. Dan yang dibooster adalah tenaga kesehatan, minimal mempunyai pengetahuan yang lebih tentang vaksinasi dan sebagainya,’’ terang mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB ini.

Kalau jumlah nakes yang akan divaksin dosis ke empat, Nurhandini Eka Dewi, menyebut sekitar 17.000 lebih, baik ASN atau tenaga kontrak. Jumlah ini, belum termasuk tenaga relawan yang ada di sarana-sarana kesehatan di lingkup pemerintah provinsi atau kabupaten/kota yang setiap saat membantu pemerintah melakukan vaksinasi atau penanganan pasien yang terpapar Covid-19 atau tidak.

Mengenai jumlah data warga yang sudah melakukan vaksin booster di NTB masih 36,67 persen dari target 70 persen. Sementara dosis I sudah 99 persen, dosis 2 sudah 87,7 persen. Diakuinya, kebijakan Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 pusat yang mewajibkan setiap warga negara sudah booster berpengaruh terhadap jumlah. Untuk itu, pihaknya mengharapkan masyarakat memiliki kesadaran sendiri untuk melakukan vaksinasi, terutama untuk booster. (ham)