Unisma Malang Perkuat Revolusi Mental, Bangun Desa Mandiri

0

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang kembali meraih program hasil bentukan Forum Rektor Indonesia yang bekerjasama dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sejak tahun 2021. Program tersebut dilaksanakan dalam rangka Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun 2022. Hal demikian disampaikan oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Selasa, 26 Juli 2022.

 

Program ini bertujuan untuk pembangunan Desa Mandiri berbasis Etos Kerja, Gotong Royong, dan Integritas Moral. Lebih lanjut program ini dilaksanakan dalam rangka menjaring sebanyak-banyaknya gagasan dan aksi nyata masyarakat. Aksi nyata tersebut diwujudkan dengan cara bangkit membangun negeri. “Ini merupakan bentuk cinta terhadap negeri,” ucap Prof Maskuri.
Dia menjelaskan, revolusi mental merupakan gerakan untuk mengubah cara pikir, cara kerja, dan cara hidup pada masyarakat akademik. Masyarakat akademik yang dimaksud antara lain yang ada di sekolah dan perguruan tinggi, masyarakat desa, dan bahkan masyarakat dalam lingkup kecil yaitu keluarga.

Dalam program tersebut juga dipaparkan total dana yang diperoleh sejumlah Rp 150.000.000,00. Lebih rinci program Gerakan Nasional Revolusi Mental Tahun 2022 yang dilaksanakan terbagi menjadi tiga. Masing-masing dari program tersebut melibatkan beberapa desa di Kabupaten Malang dan menargetkan rekor MURI.

Adapun program pertama berupa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Aksi Nyata bersama masyarakat mewujudkan aksi nya ta Indonesia bersih. Program petama ini bermitra dengan 20 desa di Kabupaten Malang. Selain itu program ini juga melibatkan 1251 peserta KSM-T.
Program kedua berupa Pemberdayaan Perempuan Wirausaha untuk Aksi Nyata Kemandirian Desa. Program ini juga bermitra dengan 20 desa di Kabupaten Malang.

Program ketiga yang akan dilaksanakan adalah Gerakan Anti Intoleransi, Anti Kekerasan Seksual, dan Anti Perundungan. Berbeda dengan dua program sebelumnya, program ketiga melibatkan peran 3000 mahasiswa baru Universitas Islam Malang dengan menargetkan rekor MURI. Target tersebut berupa pembuatan konten video atau film pendek tentang Anti Intoleransi, Kekerasan Seksual, dan Perundungan. (r/*)