TPID Lobar Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Harga

0
Wabup Lobar, Hj. Sumiatun bersama TPID meninjau pasar murah usai rapat yang merencanakan kembali akan menggelar pasar murah sebagai langkah antisipasi gejolak harga, Selasa, 2 Agustus 2022.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan persiapan dan langkah-langkah untuk kelancaran distribusi Volatile Food (VF) untuk stabilitas harga. Volatile Food adalah komoditas pangan yang mengalami gejolak harga, sehingga dapat menyebabkan terjadinya inflasi.

Terjadinya gejolak harga ini sering kali disebabkan oleh pendistribusian komoditas pangan yang tidak merata. Wakil Bupati Lobar, Hj. Sumiatun menyampaikan saat rapat di ruang Jayengrana menyampaikan, bahwa dalam mencapai suatu kestabilan harga komoditas pangan ialah dengan memaksimalkan segala usaha dan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Lobar.

“Adapun dilakukannya hal tersebut ialah agar dapat mendorong perdagangan antar daerah dalam menjaga pasokan komoditas pangan di daerah serta memperluas akses pasar petani dan efisien rantai distribusi pangan,” jelasnya. Hadir dalam kegiatan itu, Sekda Lobar H. Baehaqi, Asisten II Daerah Rusditah,  Deputi Bank Indonesia Mataram Ahmad Fauzi, Kepala OPD lingkup Lobar serta anggota TPID Lobar.

Hj. Sumiatun menambahkan bahwa dengan dilakukan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat melancarkan distribusi Volatile Food di Lobar. Hal ini diperlukan agar stabilitas harga sembako untuk masyarakat tetap terjaga. Ia berharap langkah langkah yang disusun dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Oleh karena itu diharapkan juga kepada semua pihak untuk dapat saling bekerjasama dan bersinergis dalam menangani inflasi, sehingga Kabupaten Lombok Barat dapat meraih kembali juara pada TPID Award Tahun 2022,” tegasnya.

Sekda Lobar juga menyampaikan, komoditas yang dapat dianggap sebagai Volatile Food adalah komoditas yang dalam keadaan normal mengalami kenaikan harga secara berturut-turut selama kurun waktu tiga bulan. “Adapun komoditas tersebut di antaranya yang sangat berpengaruh dalam kenaikkan angka inflasi ialah cabai rawit, bawang merah, beras, sayur mayur dan bahan pokok lainnya,” jelasnya. (her)