Puluhan PKL di Kediri Direlokasi ke Lapak Kuliner Baru

0
Foto Camat Kediri Hermansyah bersama Tim Satpol PP dan Disperindag memindahkan lapak PKL ke lokasi kuliner yang telah disiapkan Pemda

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 70 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan TGH Ibrahim, Kota Santri Kediri Lombok Barat ditertibkan Selasa, 2 Agustus 2022. Puluhan PKL itu direlokasi oleh Satpol PP, Kecamatan bersama pihak Desa ke lapak kuliner baru dibangun di eks lahan kantor Desa Kediri Induk. Upaya relokasi itu pun mendapatkan dukungan dari pihak pedagang, meksipun sebagian belum mendapatkan lapak jualan karena lapak belum dibangun untuk mengkomodir semua PKL.

Tim Satpol PP turun bersama tim Kecamatan dan desa menertibkan lapak pedagang ke lokasi baru sekitar pukul 09.00 pagi. Dikomandoi, Lalu Rifhamdani selaku Kepala Bidang Operasional SatPol PP, personel satpol PP memantau pedagang memindahkan semua barang ke lokasi lapak kuliner. Bahkan Camat Kediri Hermansyah juga terjun langsung membantu mengangkat lapak dan julan pedagang saat relokasi PKL tersebut. Pedagang pun tidak ada yang melawan, karena mendukung langkah relokasi tersebut. Salah seorang pedagang, Rosalina mengatakan ia mendukung langkah relokasi ini. “Kami sangat mendukung, ini luar biasa bagi kami, awalnya kami merasa patah semangat, karena sekian lama menunggu direlokasi.  Dan Alhamdulillah sekarang terealisasi, luar biasa pak camat dan Pemda,”kata dia.

Menurut dia, lapak yang disiapkan oleh pihak Pemda sudah sesuai harapan. Namun ia berharap ketegasan penertiban dilakukan seterusnya, sehingga tidak ada kesan pilih kasih. Kalau semua pedagang disuruh masuk pindah ke lapak kuliner, maka harus direlokasi sehingga areal lapak kuliner terisi full. “Sehingga di jalan raya bersih, dan ini untuk ketertiban juga. Perlu diawasi terus, sehingga tidak ada lagi pedagang baru yang jualan di pinggir jalan,”jelas dia. Ia berharap agar lapak kuliner yang masih kurang sehingga PKL belum semua dapat tempat jualan, segera dibangun kembali oleh Pemda. Camat Kediri yang dikonfirmasi usai relokasi PKL itu menerangkan, langkah relokasi ini dilakukan untuk memindahkan para PKL ke lapak kuliner di eks kantor Desa yang sudah selesai dibangun beberapa bulan lalu.

“Sebelum relokasi ini, kami sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang (PKL) dan pembagian los lapak kepada para pedagang. Sehingga hari ini (kemarin red) Kita mengambil langkah memindahkan seluruh pedagang,”jelas Hermansyah. Para pedagang yang dipindahkan sudah memiliki lokasi jualan di lapak kuliner. Dan pembagian lokasi pun sudah dilakukan. Pihaknya berterimakasih kepada para pedagang, satpol PP, Disperindag dan pihak desa yang membantu memfasilitasi relokasi lapak PKL ini. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan di jalur Kota santri. Upaya ini telah lama dinantikan agar kawasan Kediri sebagai kota santri tertata, indah dan nyaman.

Respon dari para PKL sendiri, begitu antusias. Bahkan penertiban itu seharusnya dilakukan besok (Rabu), karena hari ini (Selasa red) dilakukan sosialisasi. Namun begitu selesai sosialisasi, para pedagang antusias dan bergerak melakukan relokasi secara sukarela dibantu Satpol, Disperindag, kecamatan dan pihak Desa. “Alhamdulillah para PKL antusias memindahkan lapaknya,”jelas dia. Jumlah PKL yang direlokasi sebut dia, 70 orang pedagang. 22 orang mene menempati lapak kuliner yang sudah selesai, sedangkan sisanya sekitar 48 orang itu akan menempati lahan kosong yang berada di lokasi kuliner.

Ia sangat berharap agar lapak bagi PKL uang belum mendapatkan lokasi di lapak kuliner, bisa dibangunkan kembali tahun 2023. “Insyallah mudahan-mudahan ada anggaran, kita koordinasikan dengan Disperindag supaya bisa dialokasikan tahun 2023 nanti”ujarnya. Pedagang pun sudah mencabut nomor undian untuk menempati lahan kosong di areal lapak kuliner tersebut. Selain itu, bagi yang belum direlokasi di dekat lapangan Kediri itu, pihaknya terus mengimbau para pedagang untuk pindah ke lokasi yang telah disediakan. (Her)