Nakes akan Divaksin Dosis Keempat

0
H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Mataram harus bersiap-siap. Pasalnya, pemerintah akan memulai penyelenggaraan dosis keempat kepada nakes. Vaksin booster keempat tidak menutup kemungkinan akan menjangkau masyarakat secara luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi membenarkan, pemerintah pusat telah memulai menyelenggarakan vaksin dosis keempat bagi tenaga kesehatan. Tetapi menjadi persoalan di Kota Mataram adalah, tenaga kesehatan yang telah divaksin booster menggunakan vaksin moderna. Idealnya, vaksin dosis keempat juga harus menggunakan vaksin yang sama. Sementara, ketersediaan vaksin di gudang penyimpanan hanya vaksin Pfizer. “Kita hanya punya Pfizer. Apakah ini dibolehkan dengan yang ada,” kata Usman dikonfirmasi usai menghadiri rapat anggaran di ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Selasa, 2 Agustus 2022.

Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan bahwa vaksin dosis keempat harus sama dengan dosis ketiga yang diperoleh nakes. Hal ini akan dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, karena bunyi surat edaran Kemenkes tersebut juga menyebutkan vaksinasi dosis keempat juga bisa menggunakan atau memanfaatkan vaksin yang tersedia. “Kita konsultasi dulu,” ujarnya.

Kaitan dengan pelaksanaan vaksinasi dosis keempat bagi tenaga kesehatan masih menunggu. Dan, tidak menutup kemungkinan segera digelar setelah mendapatkan kejelasan penggunaan vaksin dari pemerintah provinsi. Sementara itu, vaksin dosis keempat juga akan menyasar secara luas ke masyarakat. “Kalau ini belum dulu,” jawabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr. Hj. Eka Nurhayati mengaku,belum menerima surat dari Dinas Kesehatan Kota Mataram untuk memberikan pelayanan vaksin dosis keempat bagi tenaga kesehatan. “Kita belum menerima surat dari Dikes,” jawabnya.

Prinsipnya, pihaknya siap menyelenggarakan vaksin booster kedua bagi nakes, karena nakes menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona. (cem)