Langganan Krisis Air Bersih, Ribuan Warga di Lobar Masih Bergantung dari Hujan

Giri Menang (Suara NTB) – Musim kemarau telah tiba. Dampaknya, belasan desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berstatus siaga bencana kekeringan. Di antaranya beberapa daerah itu pun mulai dilanda krisis air,  sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk memperoleh air, warga terpaksa menempuh jaran berkilo-kilo meter. Seperti yang dialami ribuan jiwa warga masyarakat yang bermukim di beberapa Dusun di Desa Batulayar Kecamatan Batulayar.

Saat ini mereka sudah mengalami kesulitan air bersih. Air yang ditampung warga ketika musim hujan beberapa waktu lalu, saat ini sudah mulai habis. Beberapa dusun yang mengalami kesulitan air tersebut adalah, Dusun Apit Aiq, Paoq Lomboq, Penanggaq, dan Penanggaq Timuq.

Ketika musim hujan, warga biasanya menampung air. Yaitu dengan mengalirkan air hujan di kolam maupun terpal yang difungsikan sebagai tempat penampungan. “Ditampung karena akan digunakan ketika kemarau. Tapi tidak bertahan lama karena kapasitasnya tidak terlalu besar,” kata Kepala Desa Batulayar Muhammad Nur Taufiq.

Ia menjelaskan, warga dusun yang terbilang mampu, membuat tempat penampungan dari kolam permanen. Sedangkan masyarakat kurang mampu biasanya hanya menggunakan terpal. “Dialiri dari atap rumah pakai bambu atau pipa,” katanya.

Taufik mengatakan, warga membuat tempat penampungan karena tidak ada sumber air yang bisa diharapkan, sehingga satu-satunya yang bisa diandalkan dari air hujan. “Kalau tidak ada hujan, ya tidak ada air,” imbuhnya.

Baru ada sumber air di Desa Batulayar Barat. Taufik mengaku, di salah di hutan ada sumber, tapi harus dilakukan pengeboran terlebih dahulu. Dari sinilah kemudian airnya dialiri ke beberapa dusun. “Itupun debitnya tidak begitu besar. Air harus ditampung, baru kita alirkan,” katanya.

Masalahnya, sampai saat ini belum ada rencana pengeboran. Hanya saja, beberapa waktu lalu sudah disurvei. Beberapa anggota DPRD Lobar ketika itu ikut dalam rombongan survei. “Ada sumber yang bisa diharapkan, cuma kami belum bisa memastikan kapan dikerjakan,” tambah Taufik.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap tahun selalu ada pengiriman air dari pemerintah daerah. Tetapi harus dibuatkan surat pengusulan terlebih dahulu. “Sekarang sudah mulai kurang air, tapi kami belum mengusulkan. Segera kami usulkan,” pungkas Taufiq.

Sementara itu,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar mengeluarkan status siaga darurat kekeringan di 12 desa di lima kecamatan di Lobar. Namun kendala dihadapi piahk BPBD, lantaran tak memiliki anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih. “Siaga kekeringan di Kecamatan Sekotong itu ada empat desa, Lembar dua desa, Gerung satu desa, Kuripan dua desa dan Kecamatan Batulayar tiga desa,” sebut Kabid Kedaruratan dan Logistik Hartono Ahmad secara terpisah.

Dari data itu, pihaknya memperediksi kondisi kekeringan bisa berdampak pada 13 ribu jiwa di 12 desa tersebut. Namun, sayangnya saat ini di BPBD justru tidak ada dana yang bisa dianggarkan khusus untuk penanganan kekeringan. Padahal, untuk biaya lelahnya operasional para petugas, hingga pembayaran air di PDAM diperkirakan memerlukan anggaran hingga Rp 95 juta. “Kita tidak ada anggaran dalam DPA BPBD. Tapi insyaallah kita pakai BTT dan bantuan pihak ketiga, serta bantuan dinas terkait,” ungkap dia.

Saat ini, pihaknya sudah mulai menerima adanya laporan dampak kekeringan, namun masih laporan lisan. Belum ada laporan tertulis dari pihak desa setempat. “Tapi belum ada laporan resmi dari desa untuk minta air bersih dan lain-lain,” pungkas Hartono. (her)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

0
Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak berlangsung meriah, tak terkecuali PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang...

Latest Posts

Meriahkan Hari Kemerdekaan, BRI Rangkul Pelaku UMKM dalam “BRILian Independence Week” 

Jakarta (suarantb.com) Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) ke-77 yang...

Asyik Swafoto Wisatawan Kelahiran Israel Tewas Terjatuh dari Puncak Rinjani

Selong (Suara NTB)-Sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat tanggal 19...

JNE Raih 2 Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Jakarta (Suara NTB) -Kinerja maksimal dalam seluruh aspek yang...

Yuk Belajar Cara Pengiriman Uang ke Luar Negeri yang Mudah & Murah

Pengiriman uang ke luar negeri di zaman serba digital...

Kado Kemerdekaan ke 77 RI, Sistem Transmisi Bima-Sape Operasi Penuh

Mataram (suarantb.com)- Tanggal 17 Agustus 2022, bertepatan dengan perayaan...