Festival Hadrah, Desa Peresak Borong Juara

0
Kades Peresak, Bahri bersama peserta kelompok Hadrah yang berhasil sebagai jara I pada festival Hadrah Tingkat kecamatan Narmada.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Penyelenggaraan Festival Hadrah tingkat Kecamatan Narmada dengan tema “Narmada Bersholawat” telah selesai.  Dalam festival yang digelar selama empat hari dan ditutup oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid pada hari Minggu, 31 Juli 2022 tersebut, peserta Hadrah dari Desa Peresak berhasil memborong Juara I dan III.

Masing-masing juara I diraih Majelis Shohibul Adzkar dan juara III Majelis Al-Humaira Desa Peresak. Kades Peresak, Bahri, SIP, ditemui di kantornya, Selasa, 2 Agustus 2022 mengatakan dua kelompok peserta Hadrah dari desanya Juara I dan III. “Alhamdulillah pada festival Hadrah tingkat kecamatan, dua peserta kelompok dari desa kami juara. Kelompok laki-laki mendapatkan juara I dan perempuan juara III,” kata dia.

Dikatakan, sejak awal ia menjabat Kades, ia melihat bakat-bakat yang dimiliki warga. Sehingga ia pun mendukung penuh untuk pembinaan kelompok Hadrah ini. Salah satunya, untuk mendukung pengembangan bakat warga dari sisi kegamaan. Dia juga telah membentuk lembaga pengembangan tilawatil Quran (LPTQ) tingkat desa. “Saya sudah bentuk LPTQ,” jelas dia.

Ia juga memberikan bantuan peralatan seni untuk kelompok Hadrah di beberapa dusun. Di antaranya, kelompok di Tebao Induk, Tebao Selatan, Peresak dan Peresak Utara. Bahkan ada warga yang secara swadaya membeli peralatan.

Setelah ada peralatan itu, mereka langsung berlatih. Sejauh ini sudah terbentuk empat kelompok Hadrah yang mulai aktif. Ada juga di beberapa Dusun lain, namun belum muncul, karena masih tahap pembinaan. Dari empat kelompok Hadrah itu, pernah mengikuti lomba tingkat kabupaten. “Dan mendapatkan juara I,” imbuhnya.

Atas dasar itu pula pihaknya terus memberikan semangat, sehingga pada festival di kecamatan, dia kelompok Hadrah di desa itu berhasil jadi juara. Diakui, baru saat ia menjabat Kades, seni Hadrah ini dikembangkan. Tidak hanya mengikuti lomba-lomba, kelompok Hadrah itu juga sering diundang ke luar desa, bahkan luar Lobar.

Pada acara keagamaan, hari besar Islam dan acara-acara kematian kelompok Hadrah ini juga selalu diundang untuk tampil. Ia pun cenderung agar keseniannya Hadrah ini dipakai saat acara pernikahan. Kesenian ini lebih bagus, karena bernuansa islami. Kedepan ia akan terus melakukan pembinaan, bahkan mendatangkan pelatih dari luar agar kelompok Hadrah ini bisa berprestasi di level lebih tinggi.

Sementara itu saat penutupan festival Hadrah, Minggu, 31 Juli 2022 Bupati Lobar mengapreasi kegiatan Festival Hadrah  yang diinisiasi oleh Camat Narmada dan rekan-rekan Kepala Desa se-Kecamatan Narmada. Bupati berharap Festival Hadrah bisa rutin diselenggarakan setiap tahun. “Tidak usah pikir biaya kalau kita menyelenggarakan sebuah kebaikan. Walaupun tentunya kita juga merencanakan dari mana sumber-sumber pembiayaan sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Fauzan mengharapkan Camat Narmada bisa mempelopori nyongkolan pakai Hadrah. “Dalam pernikahan itu misalnya dalam agama kita adalah ibadah, dan bahkan dalam semua agama. Nyongkolan bagian dari pernikahan menurut adat budaya Lombok. Maka karena bagian dari adat budaya dan mudah-mudahan juga nyongkolan bagian dari agama dengan mencerminkan nilai-nilai agama di antaranya hadrah itu,” katanya.

Camat Narmada, Muhammad Busyairi mengatakan, kegiatan festival hadrah ini diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 28-31 Juli 2022 dan diikuti oleh 13 peserta kelompok Hadrah dari masing-masing desa yang ada. “Dari 13 peserta menghasilkan enam finalis yang kita seleksi masuk final berasal dari perwakilan dua kelompok hadrah dari Desa Peresak. Kemudian dua kelompok dari Desa Sembung, satu kelompok dari Desa Golong dan terakhir satu kelompok lagi dari Desa Krama Jaya,” tuturnya. (her)