Dorong Kemandirian, MGPA Latih Tenaga ’’Race Control’’ Dalam Negeri

0
Ruang race control sirkuit internasional Mandalika. Mulai tahun ini MGPA melatih tenaga ahli dalam negeri dan lokal untuk menjadi tenaga race control yang bisa dilibatkan di berbagai ajang balapan di sirkuit Mandalika ke depan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Ketergantungan akan tenaga ahli dari luar negeri pada beberapa kali event balap internasional yang telah digelar di sirkuit internasional Mandalika, baik itu World Superbike (WSBK) maupun MotoGP diakui masih cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dari banyak tenaga dari luar negeri yang dilibatkan. Terutama untuk beberapa pos, seperti petugas race control. Dimana hampir didominasi tenaga ahli dari luar negeri.

Menurut Technical and Operation Director MGPA, Samsul Purba, kepada wartawan, Senin, 1 Agustus 2022, hal itu wajar, mengingat tenaga ahli dari dalam negeri, apalagi tenaga ahli local jumlahnya sangat terbatas. Sehingga mau tidak mau harus melibatkan tenaga dari luar negeri.

Mengingat gelaran event balap internasional di sirkuit internasional Mandalika masih panjang, pihak  MGPA kini mulai mengurangi ketergantungan akan tenaga dari luar negeri. Sebagai salah satu upaya mendorong kemandirian, dengan melatih tenaga-tenaga ahli. Termasuk untuk tenaga race control yang ke depan diharapkan bisa mendukung gelaran event balapan internasional di sirkuit internasional Mandalika.

‘’Tahun ini kita sudah mulai melatih beberapa tenaga ahli dalam negeri, termasuk tenaga lokal khusus tenaga race control. Yang nantinya diharapkan bisa dilibatkan di event balapan di sirkuit Mandalika,’’ terangnya. Baik itu WSBK maupun MotoGP. Bahkan, bila perlu bisa dilibatkan diajang balap internasional di luar negeri.

Diakuinya untuk menjadi ahli race control, apalagi untuk ajang balapan internasional tidaklah mudah. Butuh proses dan tahapan yang berjenjang. Di mana tenaga race control yang ada harus memiliki pengetahaun dan ilmu yang memadai. Proses sertifikasinya juga berjenjang. Mulai dari sertifikasi IMI untuk dalam negeri hingga FIM untuk internasional.

‘’Jadi memang untuk bisa mencetak tenaga ahli race control tidak mudah. Butuh proses cukup panjang. Tapi yang jelas, kita sudah memulainya,’’ imbuh Purna.

Karena memang MGPA sendiri berharap kedepan pada ajang balapan internasional yang digelar di sirkuit internasional Mandalika khususnya, sepenuhnya bisa melibatkan tenaga ahli dalam negeri. Syukur-syukur ada tenaga ahli local. Supaya sumber daya manusia (SDM) local bisa benar-benar diberdayakan.

Artinya, keberadaan sirkuit internasional Mandalika benar-benar memberikan dampak positif yang luar bagi daerah ini. Tidak hanya soal pertumbugan dan perkembangan ekonomi semata. Tetapi juga dalam hal pembinaan SDM daya local. “Kita sudah berkontrak untuk menggelar MotoGP selama 10 tahun kedepan. Harapanya kedepan, SDM dalam negeri bisa terlibat secara penuh,” tutupnya. (kir)