DKP3 KLU Panen Padi Sistem Jajar Legowo

0
UPTD Kecamatan Tanjung mengambil sampel panen perdana sistem tanam jajar legowo. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan panen sampel ubinan sistem jajar legowo 4:1 pada panen perdana varietas Inpari 32 di wilayah Kecamatan Tanjung. Di wilayah Tanjung, terdapat 10 titik lahan uji coba penanaman dengan sistem legowo.

Kepala Dinas KP3 KLU, melalui Kepala UPTD Kecamatan Tanjung, Aki Suharti, S.Pt., mengakui panen perdana padi sistem jajar legowo telah dilakukan petani pada Senin (1/8) lalu. Pada sistem jajar legowo, UPTD mencoba sampel penanaman 4:1, yaitu terdapat 4 baris ubin tanam per unit legowo.

Menurut Aki, pengambilan sampel panen ubinan perdana varietas Inpari 32 dilakukan untuk mengukur tingkat produktivitas hasil panen dibandingkan dengan pola tanam konvensional. Cara ini sekaligus langkah awal UPTD Kecamatan Tanjung untuk memberikan dorongan semangat kepada para petani.

“Mereka lebih mau dan mampu menjadi seorang petani dan mampu menghasilkan produksi yang cukup,” ucap Aki Suharti.

Ia menyambung, varietas padi yang ditanam dengan sistem jajar legowo 4:1 ini adalah jenis Inpari 32. Adi jenis ini memiliki ciri, tanaman rendah, dan tingkat produksi lebih tinggi. Varietas ini sendiri, dipilih untuk merangsang semangat petani. Sebab tingkat produksi padi yang tinggi, akan memberi motivasi lebih bagi petani untuk mengolah lahannya.

Koordinator Penyuluh Kecamatan Tanjung, Herlin Rusalina Subakti, S.P., menambahkan, penanaman varietas Inpari 32 perdana sebanyak 10 titik di Kecamatan Tanjung ini dipusatkan di Desa Jenggala. Harapannya, keberhasilan petani di Jenggala akan memancing ketertarikan petani desa lain untuk menanam dengan pola serupa.

“Pengubinan kali ini menggunakan luasan ubin 2,5 x 2,5 meter. Ini untuk mengukur potensi produksi setiap luasan ubin,” ucapnya.

Dari sampel produksi yang diambil, UPTD Tanjung memperkirakan rataan produksi potensial per hektar mencapai 91,12 kwintal gabah kering. Dengan keberhasilan produksi ini, petani diyakini kan lebih bergairah. (ari)