Diperlukan Kecermatan Menelaah Keputusan Peradilan

0
Ketua STIE AMM Mataram, H. Umar Said

Oleh: Dr. H. Umar Said, SH., MM.

(Ketua STIE AMM)

 

Menjadi perhatian kami ketika membaca pemberitaan Harian Suara NTB, Senin, 1 Agustus 2022 yang lalu dengan tajuk “KPK Tangani 19 Titik Aset Bermasalah di Lobar” yang disebutkan juga bahwa lahan kampus STIE AMM adalah salah satu aset Pemda yang bermasalah.

Agar permasalahannya menjadi jelas oleh KPK, maka kami telah mengirimkan dua Keputusan Mahkamah Agung RI yaitu Putusan Nomor 2252.K/PDT/2009, dan putusan Nomor 391 K/TUN/2021 yang sudah dieksekusi, dan surat jawaban dari Pengadilan TUN Mataram Nomor W3-TUN.6/699/HK.06VII/2022 perihal Pengawasan Pelaksanaan Putusan yang Telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap.

Selanjutnya Putusan PN Mataram menyangkut Putusan Perdata Nomor 143/Pdt.G/2021/PN Mtr, belum diajukan eksekusi, masih menunggu karena ini kepentingan Pendidikan. Mungkin pihak BPKAD dan Pol PP Lombok Barat mau melaksanakan eksekusi secara sukarela, tetapi apabila tidak bersedia, maka akan diajukan eksekusi melalui prosedur (PN Mataram).

Dalam beberapa pertemuan kami dengan para mahasiswa, mereka kerap mempertanyakan tentang tagihan sewa yang diminta oleh BPKAD Lombok Barat sejumlah lebih dari Rp4 miliar. Atas pertanyaan tersebut, pihak kampus (badan penyelenggara yaitu P2LPTD) menjawab, bahwa dasar hukum pengenaan tarif sewa yang masih kita permasalahkan.

Bagaimanapun P2LPTD meminta kejelasan Perda yang menjadi payung hukum adanya pungutan pajak atau retribusi kepada lembaga pendidikan. Seperti yang tertuang dalam UU Nomor 28 tahun 2009, di sana sudah jelas aturan tentang pajak dan retribusi, maka wajib hukumnya Pemda menarik pajak dan retribusi berdasarkan perda kepada wajib pajak.

“Jadi apa sebutannya, kalau memungut pajak dan retribusi tanpa dasar hukum yang jelas?” tanya mereka lebih lanjut. Kami menjawab agar mereka dapat kembali membaca peraturan pajak yang berlaku surut untuk memperberat objeknya (pembayar pajak).

Kami menilai, mahasiswa STIE AMM nampak semakin cerdas. Hal ini menjelaskan kampus STIE AMM menjadi tempat yang tepat bagi mereka menuntut ilmu.

Tidak hanya bagi mahasiswa reguler saja, mahasiswa yang telah bekerja atau yang mengikuti kelas karyawan juga berpola pikir kritis dan profesional. Karena tidak melulu mengenai teori, tetapi mereka telah terjun ke masyarakat dan memahami aturan hukum.

Dengan memperhatikan hal tersebut kami membuka kesempatan bagi para profesional (kelas karyawan) untuk melanjutkan studinya di kampus STIE AMM yang berlokasi strategis berada di jantung Kota Mataram, dengan suasana lingkungan akademik yang aman, tenang, dan nyaman.

Pesan kami kepada para civitas STIE AMM, jagalah nama baik almamater ini. Sebab STIE AMM bertujuan menghasilkan manusia yang berpendidikan dan berkarakter untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan. (*)