Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Unram Demo Masak Makanan Tambahan Pendamping

0
Kegiata demo memasak mahasiswa KKN Unram di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melaksanakan salah satu program kerja utama yaitu demo masak makanan tambahan pendamping untuk balita. Kegiatan demo masak ini sebagai salah satu upaya mencegah stunting.

Ketua KKN Tematik Unram di Desa Mendana Raya, Chelvin Aldiansyah menerangkan, kelompok KKN Tematik Unram Desa Mendana Raya beranggotakan sembilan orang dengan mengusung tema stunting. Salah satu dari program utama yang diprogramkan adalah demo masak makanan tambahan pendamping untuk balita yang ada di Desa Mendana Raya.

Pelaksanaan program kerja utama demo masak makanan tambahan pendamping untuk balita ini bisa menjadi solusi dari pencegahan dan pengurangan angka stunting di Desa Mendana Raya.

“Demo masak makanan tambahan pendamping untuk balita ini bisa menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para ibu-ibu untuk memberikan tamabahan gizi kepada anak-anaknya yang sudah berumur 6 bulan, di samping pemberian Air Susu Ibu (ASI). Sehingga kebutuhan akan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan balita menjadi baik,” ujar chelvin.

Yuni Susilawati A.Md., selaku pemateri dan pengarah dalam kegitan demo masak tersebut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan ini. Kegiatan ini dianggap bisa memperbaiki serta memenuhi kebutuhan gizi dari balita selama masa tumbuh kembangnya.

Kepala Desa Mendana Raya, Suparman juga memberikan apresiasi atas adanya demo masak makanan tambahan pendamping untuk balita.

“Saya selaku kepala desa berterima kasih kepada mahasiwa KKN Tematik Unram yang telah memberikan suatu program demo masak makanan tamabahan yang dapat memberikan pengetahuan dan pilihan makanan bergizi yang tepat diberikan kepada balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita-balita di sini,” tuturnya.

Program kerja ini juga disusun dengan mempertimbangkan bahan-bahan utama yang cepat dan mudah untuk  diperoleh oleh ibu-ibu di Dusun Mendana Raya, dengan bahan dasar seperti nasi, tahu, wortel, bayam, tomat, dan daging ayam halus. Serta alat-alat untuk memasak seperti panci, blender, pisau, kompor, sendok sayur, saringan, sendok makan balita, gelas, talenan, dan piring atau mangkok.

Dari pelaksanaan program kerja utama demo masak makanan tamabahan pendamping untuk balita ini diharapkan masyarakat Desa Mendana Raya jauh dari masalah stunting dan gizi buruk, yaitu dengan mejaga kesehatan serta tetap memakan makanan bergizi seimbang, sehingga dapat melahirkan generasi yang luar biasa. “Semoga program demo masak ini bisa menjadi menu tambahan yang terus bisa diberikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan balita di Desa Mendana Raya,” harap Chelvin. (ron)