Sengketa Lahan Tuntas, ITDC Segera Buka Hotel Pullman Mandalika

0
Hotel Pullman milik ITDC kini sudah selesai dikerjakan dan direncanakan akan mulai dibuka pekan depan.

Praya (Suara NTB) – Proses pembangunan Hotel Pullman Mandalika di kawasan The Mandalika saat ini sudah rampung. PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pemilik pun berencana akan segera membuka hotel yang dibangun dengan dana pinjaman dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) tersebut, bulan ini. Terlebih sengketa lahan tempat hotel berdiri juga sudah tuntas. Dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) ke-2 oleh ITDC.

“Pekan depan, Hotel Pullman rencananya kita buka,” ungkap Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo, kepada wartawan pada Mandalika Track Walk Experience, bersama ITDC dan perwakilan pemerintah, BUMN, asosiasi pariwisata, perhotelan dan awak media, di area paddock sirkuit internasional Mandalika, Senin, 1 Agustus 2022.

 

Hanya saja, karena ini baru maka pelayanan hotel tidak akan dibuka secara penuh. Kamar yang dibuka pun tidak seluruhnya, hanya setengah dari jumlah kamar yang tersedia. Mengingat, masih ada beberapa penyelesaian pekerjaan yang harus dituntaskan. Sampai kemudian hotel dinyatakan siap sepenuhnya.

 

Pihaknya menargetkan operasional secara penuh bisa dilakukan saat ajang World Superbike (WSBK) November mendatang. Jadi masyarakat bisa mendapat banyak pilihan menginap selama gelaran WSBK tersebut. Dan, bisa mengurangi kekurangan kamar yang selama ini selalu terjadi setiap ada event internasional digelar di kawasan The Mandalika. “Soal harga, tentu kita sesuai dengan market yang ada,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Hotel Pullman yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 700 miliar tersebut sempat terancam digusur. Setelah upaya hokum berupa Peninjauan Kembali (PK) oleh Umar, dalam sengketa lahan dengan ITDC selaku pengelola kawasan The Mandalika dikabulkan oleh MA. Bahkan, pihak Umar sempat mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri (PN) Praya, sebelum event MotoGP digelar.

Namun upaya eksekusi batal dilakukan, lantaran diketahui pihak ITDC telah lebih dulu mengajukan PK ke-2, pada 30 Desember 2021 lalu. Setelah menemukan sejumlah nouvum (bukti baru) dalam perkara diatas tanah yang terletak pada Lot H-3, Lot H-4 Pullman serta Lot H-5 kawasan The Mandalika dengan total luas mencapai 9 hektar lebih.

Setelah melalui proses selama beberapa bulan lamanya Majelis Hakim MA yang terdiri dari Dr. H. Panji Widagdo, S.H.M.H., Dr. H. Yodi Martono Wahyudi, S.H.M.H., serta I Gusti Agung Sumanatha, S.H.M.H., memutuskan mengambulkan pemohonan pihak ITDC. Keputusan tersebut tertuang dalam surat amar putusan No. 526 PK/PDT/2022, tanggal 25 Juli 2022. Yang artinya memenangkan pihak ITDC sebagai pemohon PK dalam sengketa kepemilikan atas lahan Hotel Pullman Lombok tersebut.

Dengan demikian segala aktivitas ITDC di atas lahan tersebut dapat dilanjutkan kembali tanpa kendala. “Terkait persoalan sengketa lahan saat ini sudah tidak ada masalah lagi dengan telah adanya putusan MA,” tutup Arie. (kir)