Pascakebakaran di Gili Trawangan, BPBD NTB Tegaskan Mitigasi Bencana Mutlak Dilakukan

0
Kepala BPBD NTB H. Sahdan meninjau lokasi kebakaran di Gili Trawangan, Senin, 1 Agustus 2022.  (Suara NTB/ist)
ads top adsamman

Mataram (Suara NTB) – Keberadaan Gili Trawangan sebagai lokasi objek wisata strategis di Indonesia mesti mendapatkan perhatian serius, terutama dari sisi penanganan terhadap bencana, termasuk bencana kebakaran. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H. Syahdan, S.T., M.T., mitigasi bencana kebakaran mutlak diperlukan bagi semua warga yang ada di tiga Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Mitigasi ini, ujarnya, penting diketahui oleh masyarakat, sehingga ketika terjadi bencana, baik bencana kebakaran, gempa bumi dan lainnya sudah siap serta mampu menekan dampak dari bencana tersebut.

Khusus untuk bencana kebakaran, tambahnya, beberapa waktu yang lalu Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah bersurat kepada warga masyarakat tiga Gili perihal mitigasi bencana kebakaran. Dalam surat tersebut, diminta pada warga untuk menyiapkan pompa celup dan selang yang cukup dan pembuatan kolam penampungan air sebagai bentuk mitigasi bencana kebakaran.

‘’Tadi siang (Senin kemarin, red) saya meninjau lokasi kebakaran dan apa yang diminta Pemkab KLU sudah ditindaklanjuti oleh masyarakat, terutama pemilik hotel. Tetapi masih ada kekurangan, seperti pompa perlu ditambah, selang pompa juga perlu disesuaikan panjang jangkauan ke titik air,’’ terangnya pada Suara NTB menjawab perlunya adanya mitigasi bencana pascakebakaran yang terjadi di Oceano Resort Jambu Luwuk Gili Trawangan, KLU, Senin, 1 Agustus 2022.

Meski demikian, Sumber Daya Manusia (SDM) relawan kebakaran di tiga Gili perlu dilatih secara berkala oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten. Tidak hanya itu, setiap tiga bulan, relawan hotel yang bertugas pemadam kebakaran melaksanakan latihan simulasi untuk meningkatkan keterampilan.

‘’Saya kira ini langkah-langkah jangka pendek yang harus dilakukan. Sementara untuk strategi jangka panjang, Pemda KLU harus membuat perencanaan yang komprehensif seperti membuat hidran di beberapa titik yang dilengkapi pompa pendorong dan pompa isap,’’ saran mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB ini.

Tidak hanya itu, Pemda KLU bisa memutuskan menempatkan mobil pemadam kebakaran dan mobil tanki air sebagai penyuplai. Dalam hal ini, penempatan mobil kebakaran ini bisa dilakukan di tiap Gili, masng-masing satu unit.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Yusron Hadi, S.T., M.U.M., juga menyarankan agar masyarakat dan pelaku pariwiasta di tiga Gili perlu terus diberi edukasi penanganan kebencanaan, termasuk antisipasi kebakaran. Selain itu, menyempurnakan Standard Operating Procedure (SOP) di masing-masing fasilitas.

Bahkan, pada kondisi tertentu mungkin saja diperlukan bantuan peralatan yang lebih memadai untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk seperti ini. Terlebih di Gili tidak seperti di daratan yang segala fasilitas bisa segera digerakkan.

Untuk diketahui, kebakaran kembali terjadi di Dusun Gili Trawangan, Sabtu, 30 Juli 2022. Cuaca panas ditambah angin di wilayah pesisir menyebabkan kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA itu, menghanguskan 64 unit kamar serta tiga gudang milik Oceano Resort Jambu Luwuk.

Jumlah properti yang hangus terbakar  sebanyak 64 kamar vila, dan tiga kamar yang berfungsi sebagai gudang. Dilaporkan satu orang karyawan Oceano Resort Jambu Luwuk mengalami cidera.

Oceano Resort Jambu Luwuk, diketahui terletak di lahan tepi pantai seluas 2,5 hektar di bagian utara Gili Trawangan dengan jumlah kamar sebanyak 95 lokal dan 1 lokal diperuntukkan untuk office. Resort ini dimiliki oleh pengusaha asal Jakarta. Kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik. Kronologi kejadian, sekitar pukul 19.00 Wita, api diduga berasal dari bagian belakang bangunan vila dan merembet ke bagian depan karena pengaruh arah angin dan bahan yang mudah terbakar.  (ham)