Kejati NTB Tetapkan Dua Tersangka Kasus KUR

0
Sungarpin. (SuaraNTB/ils)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan bantuan KUR. AM dan IN yang sebelumnya hanya berstatus sebagai calon tersangka kini sudah ditingkatkan setelah P16 (surat perintah penunjukan Jaksa Penuntut Umum) diterbitkan.

“Dua orang calon tersangka kemarin sudah kita tingkatkan menjadi tersangka, kami juga masih menunggu hasil dari penghitungan kerugian negara dalam kasus tersebut,” ujar Kejati NTB, Sungarpin kepada wartawan, kemarin. Hanya saja dirinya belum merincikan terhadap dua orang tersangka tersebut baik itu pekerjaannya maupun status lainnya.

Kasus yang terjadi di Lombok Timur dan Lombok Tengah tersebut lanjutnya ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp29,95 miliar. Potensi tersebut terungkap setelah Jaksa melakukan pemeriksaan terhadap 160 orang dari 789  penerima dana dimaksud. Sementara terkait tambahan tersangka dalam kasus dimaksud, hingga saat ini masih menunggu hasil pendalaman terhadap kasus tersebut

“Untuk tambahan tersangka kita masih menunggu hasil pendalaman terhadap kasus tersebut,” ujarnya. Adapun modus operandi yang digunakan para terduga pelaku yakni ada yang menerima bantuan tersebut secara penuh, ada yang sebagian, ada juga yang tidak menerima bantuan tersebut sama sekali. Selain itu ada juga pemberian sarana produksi pertanian (saprotan) tetapi tidak sesuai dengan fungsinya.

Sehingga timbullah potensi kerugian negara, saat ini kasus tersebut masih terus didalami sembari menunggu hasil PKN terbit.  “Kami akan tetap bekerja secara profesional sesuai dengan tugas dan fungsi yang ada di kami dan kasusnya masih akan terus berposes,” tandasnya. (ils)