Kasus Covid-19 Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Terancam Dihentikan

0
I Nyoman Suwandiasa

Mataram (Suara NTB) – Kasus positif Covid-19 secara nasional mengalami lonjakan signifikan. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak ke daerah. Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah terancam dihentikan dan dilanjutkan secara dalam jaringan (daring).

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, kasus positif Covid-19 secara nasional memang mengalami peningkatkan signifikan terutama di Pulau Jawa dan Bali. Fenomena ini berbeda di Kota Mataram dan kasusnya tidak terlalu signifikan.

Data diperoleh hanya satu warga yang positif Covid-19 dan tujuh pasien lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit dalam kondisi membaik. Pasien yang terkonfirmasi positif ini yakni rata-rata pelaku perjalanan. “Setelah dilakukan tes PCR, teridentifikasi ada gejala positif Covid-19,” kata Nyoman dikonfirmasi, Senin, 1 Agustus 2022.

Ditemukannya kasus positif Covid-19 menunjukkan pandemi belum berakhir. Karena itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat terutama menggunakan masker dan menjaga jarak.

Pemerintah pusat mengeluarkan surat edaran terbaru terkait protokol pencegahan dan penanganan. Surat edaran itu harus dipedomani. Salah satu yang diatur adalah, apabila ditemukan kasus terkonfirmasi positif di sekolah, maka sekolah itu akan ditutup selama 5-10 hari kedepan. Hal ini dilakukan terhadap salah satu sekolah TK swasta di Mataram ditutup karena ditemukan anak didik terpapar virus corona. “Iya, ada sekolah TK swasta kita tutup dulu. Kita melakukan langkah-langkah taktis mempedomani surat edaran dari pemerintah pusat tersebut,” terangnya.

Ditambahkan, terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali tidak menutup kemungkinan pembelajaran tatap muka akan dievaluasi oleh pemerintah pusat. Artinya, aktivitas di sekolah bisa ditutup dan peserta didik kembali ke pembelajaran dalam jaringan.

Jika kebijakan itu diterapkan oleh pemerintah pusat akan menjadi langkah berat bagi Pemkot Mataram untuk memberikan keyakinan atau pemahaman kepada orangtua. Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga protokol kesehatan. Meskipun diakui, prokes semakin kendor diterapkan di lingkungan sekolah. Hal itu terjadi karena pemerintah pusat sebelumnya memberikan arahan bahwa boleh tidak menggunakan masker di ruang terbuka. Kebijakan itu dipedomani oleh masyarakat. Belakangan lanjutnya, pemerintah pusat mengubah kebijakan dengan dinamika yang terjadi,sehingga masyarakat harus adaptif dan tetap meningkatkan kewaspadaan. (cem)