Jadi Perantara Penjualan Narkoba, Pengusaha Butik di Karijadi Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Dompu (Suara NTB) – Pengusaha butik di kelurahan Karijawa Dompu berinisial F (26) yang ditangkap dari pengembangan terhadap tersangka I (29) warga Dompu terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. F diduga sebagai perantara peredaran narkoba di Dompu, termasuk narkoba sebesar 50,08 gram yang diamankan dari tersangka I, Sabtu, 23 Juli 2022.

Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Abdul Malik, SH kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin, 1 Agustus 2022 mengungkapkan, F ditetapkan sebagai tersangka bersama I atas pengungkapan barang bukti (BB) shabu seberat 50,08 gram di depan butik F kelurahan Karijawa lalu. F dijadikan tersangka karena diduga kuat dengan bukti yang ada sebagai perantara peredaran narkoba. “F dikenakan pasal 114 dan 132 undang – undang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya.

F diduga mendapatkan fee atau keuntungan dari menjadi perantara peredaran narkoba. Ada dugaan, sebelumnya F pernah menjadi perantara atas penjualan narkoba. Tapi dengan tersangka I, ia baru terungkap keterlibatannya. “F dan I sekarang kasusnya masih dalam proses penyidikan di kepolisian,” terangnya.

Selama 2022, kata Abdul Malik, ada 38 kasus dengan 53 orang tersangka yang diungkap pihaknya. Dari kasus ini, ditemukan BB jenis shabu seberat 244,17 gram, ganja sebesar 134,6 gram, dan 130 butir ineks. “Yang sudah P21 dan sudah pelimpahan tahap dua ada 13 kasus dengan barang bukti 109,91 gram shabu,” katanya.

Dari 38 kasus yang berhasil diungkap, Malik mengaku, ada 3 kasus yang diungkap dari jasa pengiriman barang. Pemanfaatan jasa kurir, pelaku selalu memanfaatkan identitas palsu untuk pengirim maupun penerima. Tersangka penerima barang atau pemilik barang, selalu menutup diri untuk pengembangan kasus. “Kasus narkoba ini selalu terputus di tersangka awal saja. Mereka tidak mau mengungkap asal barang. Kalaupun diungkap, tetap disamarkan. Itu sebabnya, tidak sampai pada bandar besarnya,” terangnya.

Kasat Narkoba ini pun berharap, dukungan semua pihak untuk memberantas narkoba di Dompu. Tanpa dukungan semua pihak, upaya pemberantasan narkoba tidak mungkin bisa maksimal tercapai. Karena mafia peredaran narkoba ini cenderung menghalalkan segala cara, termasuk menyeret petugas dengan upaya jebakan dilakukan. “Mafia (narkoba) begini luar biasa, ada saja modusnya. Kita tetap mengungkapnya,” terangnya. (ula)

amman




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik...

0
Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong pelaku UMKM meningkatkan skala bisnisnya. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan yang ke-77 Republik...

Latest Posts

Berdayakan 11 Ribu Klaster Usaha, BRI Perkuat Komitmen Bawa UMKM Naik Kelas

Jakarta (suarantb.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Bang Zul Apresiasi Masjid Sederhana di Desa Wakan

Mataram (Suara NTB) – Menyapa langsung masyarakat Nusa Tenggara...

Lagu Sasak Masuk Kompilasi Video Musik Wonderland Indonesia 2

Mataram (Suara NTB) - Lagu Sasak “Lalo Ngaro” dari...

1.856 Rumah di Kota Bima Masih Kumuh

Kota Bima (Suara NTB) - Dinas Pekerjaan Umum dan...

Bupati Lobar Promosikan Wisata Olahraga Bersepeda di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) - Keindahan alam dan pantai...