Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Desa Lewat Pendampingan Mahasiswa

0
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram Prof. Enny Yuliani saat melepas mahasiswa yang mengikuti Kampung Kreasi Jilid IV.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (BEM Unram) menyelenggarakan program kerja tahunan Kampung Kreasi Jilid IV. Melalui program ini, mahasiswa melakukan pendampingan ekonomi kreatif di desa.

Kegiatan ini dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram, Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., beserta jajarannya di lapangan rektorat Unram pada Jumat, 22 Juli 2022. Dalam pelepasan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh panitia. Tak lupa Prof. Enny mengingatkan agar mahasiswa selalu menjaga nama baik almamater.

“Semoga program yang dilaksanakan ini membawa banyak manfaat untuk masyarakat setempat dan sekitarnya,” ungkap Prof. Enny.

Kampung Kreasi merupakan program kerja tahunan Kementerian Sosial Masyarakat BEM Unram yang telah terlaksana sejak tahun 2019 dan berlanjut hingga 2022. Pada tahun ini Kampung Kreasi Jilid IV dilaksanakan di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Pelaksanaan Kampung Kreasi Jilid IV selama 3 bulan dan dimulai dari tanggal 23 Juli hingga selesai pada tanggal 16 Oktober 2022 mendatang. Dengan menghadirkan dunia pendidikan pada lingkungan masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, program Kampung Kreasi jilid IV tahun ini mengangkat tema besar yaitu “Ekonomi Kreatif Didampingi Dengan Pendidikan dan Lingkungan”.

“Tema tersebut sejalan dengan potensi Desa Setiling, Batukliang Utara. Untuk bidang Ekonomi Kreatif misalnya, desa tersebut memiliki produk khas ‘Jamu Senamian’. Jamu tersebut masih diolah dengan sangat tradisional dan kurang mampu bertahan lama untuk dikonsumsi,” kata Sekjen BEM Unram, Isnaini Hamidi.

Isnaini menjelaskan jika Kampung Kreasi Jilid IV hadir untuk membantu masyarakat dengan menjadikan produk jamu tersebut dalam bentuk bubuk agar mampu bertahan lebih lama dan lebih praktis. Tidak hanya itu, nantinya produk tersebut akan dibuatkan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) hingga membantu masyarakat untuk mendapatkan garansi keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Selain itu, ada pula potensi pariwisata dan potensi agrowisata yang nantinya akan sama-sama diolah oleh masyarakat dan didampingi panitia Kampung Kreasi Jilid IV. Hal ini akan banyak membawa dampak positif kepada masyarakat, terutama produk unggulan mereka yang nantinya akan banyak dilirik oleh wisatawan serta masyarakat lainnya,”pungkas Isnaini. (ron)